Kunjungi DISNAKERIN dan IKM Randang, Tim Pengabdian UNAND Beri Penyuluhan Desain Digital Menuju “Tageh Ekonomi”

  • Whatsapp
Tim pengabian Universitas Andalas kunjungi DISNAKERIN Kota Payakumbuh, Kamis (23/12).

MINANGKABAUNEWS, PAYAKUMBUH — Tim pengabian Universitas Andalas mengadakan kunjungan ke Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (DISNAKERIN) Kota Payakumbuh, Kamis (23/12).

Kunjungan ini dalam rangka penerapan desain media promosi cetak dan pemanfaatannya untuk meningkatkan kesadaran program “Tageh Ekonomi” pelaku usaha sentra IKM Randang.

Read More

Tim pengabdian Unand disambut oleh Kasi Bidang Pangan DISNAKERIN, Rendi Pratama.

“Selama ini mayoritas masyarakat hanya ikut berbahagia atas pencapai rendang sebagai makanan terenak sedunia. Tapi, belum ada langkah nyata untuk menjaga identitas dan eksistensi rendang,” kata Rendi.

“Maka pemerintah Kota Payakumbuh mem-branding Payakumbuh sebagai City of Randang agar langkah nyata mempertahankan identitas dan eksistensi rendang itu terlaksana dengan baik, sekaligus meningkatkan pemasaran rendang baik itu di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Menurut tim pengabdian Universitas Andalas, Yesi Puspita, salah satu langkah efektif dari usaha ini adalah dengan pembuatan poster digital.

“Mengingat dunia digital saat ini dapat menjadi ujung tombak promosi bagi suatu brand,” ujar Yesi.

“Pengabdian ini diadakan sekaligus untuk memberikan penyuluhan tentang pembuatan poster yang tepat, menarik, dan memiliki daya jual,” jelasnya.

Kunjungan dilanjutkan ke Dapur Rendang Riry, salah satu IKM (Industri Kecil Menengah) yang ada di Kampung Rendang, Payakumbuh.

Pemilihan tempat ini karena mereka adalah salah satu IKM rendang unggulan yang ada di Kota Payakumbuh dan juga karena mereka sudah mampu memasarkan produk mereka di kancah internasional.

Di sana tim pengabdian menjelaskan tentang bagaimana cara mendesain poster digital yang baik. Menurut pengelola Dapur Rendang Riry, kegiatan ini rasanya sangat bermanfaat apalagi mereka saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan promosi digital melalui sosial media dan website resmi mereka.

“Pada akhirnya kegiatan ini diharapkan dapat mempromosikan rendang sampai kancah internasional, memperkuat program “Tageh Ekonomi”, dan memperkuat branding Kota Payakumbuh,” tutup Yesi. (*)

Related posts