Kunjungi Pesantren Madrasatul ‘Ulum Lubuk Pandan di Masa Reses, Alfredison Kenang Semasa Jadi Santri

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM,VII Koto –Memanfaatkan masa reses daerah pemilihan, Ketua Fraksi PKB DPRD Padang Pariaman Afredison mendatangi Pondok Pesantren Madrasatul ‘Ulum Lubuk Pua.

 

Bernostalgia, sekaligus silaturahmi, sepertinya Ketua DPC PKB Padang Pariaman ini ingin pesantren bangkit dan merasa diperhatikan.

 

Sambil bercerita, Afredison yang alumni Pesantren Madrasatul ‘Ulum Lubuk Pandan ini menerima dan menyerap aspirasi dari pesantren yang terletak di Nagari Balah Aie Utara ini.

 

Hadir Camat VII Koto Sungai Sariak, Pimpinan Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur Ali Basar Tuanku Sutan Sinaro, pengasuh Pesantren Madrasatul ‘Ulum Lubuk Pua H. Zainuddin Tuanku Bagindo Basa.

 

Selaku anggota dewan yang berangkat di daerah pemilihan IV Padang Pariaman, Afredison mengaku ikut memperjuangkan insentif guru mengaji, lewat Bagian Kesra Setdakab Padang Pariaman.

 

Pengurus Pesantren Madrasatul ‘Ulum Afrizal Arif Tuanku Mudo menyampaikan, bahwa perkembangan pesantren cukup lumayan.

 

“Rencana, tahun pelajaran yang akan datang, kita akan menerima santriwati. Untuk itu, kita butuh asrama untuk perempuan itu,” kata dia.

 

Afredison merasa punya tanggungjawab moral untuk memperjuangkan itu di DPRD. Apalagi, keberadaan pesantren selama ini kurang dapat tanggapan.

 

Putra kelahiran Koto Baru, Kecamatan Padang Sago ini bercerita panjang lebar, suka dukanya jadi santri di zaman dulu.

 

Mengaji ke banyak guru dan ulama, yang dimulai di Tandikek, lama dan menamatkan di Lubuk Pandan, dia juga pernah mengaji di Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya.

 

Zaman dia di pesantren dulu itu, sarana pesantren belum sehebat zaman kini. Banyak kekurangan, namun semangat untuk menuntut ilmu sangat tinggi.

 

“Kunci sukses belajar di pesantren, adalah rajin dan hormat tinggi pada guru. Demikian itu sangat dijunjung tinggi oleh santri zaman dulu,” ulas dia.

 

Afredison juga menggelar jamuan makan bersama, sekalian memberikan bantuan kebutuhan listrik lapangan futsal pondok yang sedang mengalami kerusakan.

 

Sebagai warga Madrasatul ‘Ulum, Afredison butuh dukungan dari seluruh warga pesantren dan masyarakat Lubuk Pua.

 

Setidaknya, Afredison telah melakukan hubungan dan komunikasi serta kontribusi yang amat luar biasa terhadap kemajuan pesantren.

 

Selama ini tak ada anggota dewan yang reses ke pesantren, Afredison mampu membalikkan fakta itu dengan hadir langsung, menerima dan tentunya menyalurkan apa yang jadi kebutuhan pesantren tersebut.

 

“Yang memikirkan pesantren berbasis surau ini, ya orang surau sendiri. Jangan berharap banyak orang lain akan mau melakukan itu,” ungkapnya.

 

Afredison tetap mendukung dan menyemangati tradisi pesantren yang selamat ini mengakar kuat.

 

“Jangan merasa rendah diri dengan “memakiah”, yang merupakan tradisi asah mental dan kemampuan Satri,” katanya.

 

Memakiah yang dilakukan saat libur mengaji bukan sarana untuk mencari kaya dan sumber utama kehidupan santri.

Melainkan untuk menguji mental santri. Kuat ndak santri kena caci, cemoohan banyak orang, serta ujian lainnya selama kegiatan demikian.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts