MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengumumkan kabar gembira bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di provinsi tersebut. Pada tahun 2026 mendatang, Sumbar mendapatkan alokasi lebih dari 32.000 sertifikasi halal secara cuma-cuma dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Program besar ini merupakan bagian dari inisiatif nasional BPJPH bernama Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), yang dirancang khusus untuk mendongkrak daya saing sentra-sentra UMKM di seluruh Indonesia. Mahyeldi menegaskan, ini adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan bersama.
“Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan bersama untuk memperkuat daya saing UMK kita,” seru Gubernur di Kota Padang, Sabtu (17/1).
Ia juga menekankan bahwa percepatan sertifikasi halal memerlukan sinergi kuat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pendamping halal, perbankan syariah, hingga para pelaku usaha itu sendiri. Pemerintah Provinsi Sumbar pun berkomitmen untuk mendorong optimalisasi program ini agar seluruh kuota yang tersedia dapat terserap maksimal.
“Dengan kerja bersama, insya Allah Sumatera Barat bisa menjadi daerah yang kuat dalam ekosistem halal,” tutur Mahyeldi dengan penuh optimisme.
Sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem ekonomi syariah, Pemerintah Provinsi Sumbar menyelenggarakan Minang Halal Fest 2026. Acara yang berlangsung dari 16 hingga 18 Januari 2026 di kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi ini bertujuan sebagai sarana promosi, literasi, dan edukasi mengenai gaya hidup halal.
Festival tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat umum, dengan harapan dapat mendorong penguatan UMKM halal dan ekonomi umat.
Dukungan juga datang dari otoritas keuangan. Rifki Ismal, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, menyatakan bahwa BI mendukung upaya menjadikan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sebagai pusat kegiatan ekonomi dan keuangan syariah.
“Minang Halal Fest ini kami harapkan menjadi ruang kolaborasi sekaligus langkah konkret dalam memperkuat literasi dan pengembangan ekonomi syariah, tidak hanya bagi masyarakat Sumatera Barat, tetapi juga secara nasional,” pungkas Rifki.
Dengan kuota puluhan ribu sertifikat gratis dan beragam program pendukung, tahun 2026 diproyeksikan menjadi tahun percepatan transformasi menuju ekosistem halal yang tangguh di Ranah Minang.






