Langkah Hidup Sehat, Mahasiswa KKN RDR ke-77 UIN Walisongo Semarang Produksi Jamu

  • Whatsapp
UIN Walisongo Semarang
Kelompok 54 menunjukkan poto produksi jamu yang mereka buat.

MINANGKABAUNEWS, SOLOK SELATAN — Mahasiswa KKN Reguler Dari Rumah (RDR ) Ke–77 UIN Walisongo Semarang Kelompok 54 membuat jamu sebagai bentuk gerakan satu langkah hidup sehat dan salah satu wujud perlindungan diri dari Covid–19, Senin (01/11/2021) lalu.

Jamu memang terkenal sebagai minuman berkhasiat yang sering digunakan untuk mengobati segala macam penyakit, karena jamu merupakan perpaduan dari bagian bahan–bahan tumbuhan alami seperti dedaunan, kulit batang, serta buahnya.

Read More

Di masa pandemi Covid–19 seperti sekarang ini kita harus menjaga tubuh agar selalu tetap fit, mulai dari menjaga pola makan, pola tidur, rutin berolahraga, dan pastinya dengan tambahan meminum sesuatu yang dapat membuat tubuh menjadi lebih segar bugar yaitu jamu.

Untuk melindungi diri dari Covid-19 mahasiswa KKN Reguler Dari Rumah (RDR ) Ke–77 UIN Walisongo Semarang Kelompok 54 yang melaksanakan KKN di Desa Pekonina blok 0 Kabupaten Solok Selatan, Sumbar berinisiatif untuk memproduksi Jamu yang dapat membuat tubuh menjadi lebih fit setelah meminum dan memgonsumsinya secara rutin. Jamu yang dibuat berbahan dasar jahe, kunyit, serai, Gula aren dan asam jawa.

Jamu yang diproduksi nantinya akan dibagikan kepada warga sebagai bentuk kepedulian kami para mahasiswa KKN kelompok 54 kepada warga sekitar mengingat para warga disana bekerja diladang atau sawah yang memerlukan tenaga ekstra. Tubuh yang lelah mudah sekali terserang penyakit, terlebih lagi COVID–19 akan dengan senang hati menyerang kesehatan kita.

“Saya selaku kepala desa merasa sangat senang dengan kehadiran anak-anak KKN dari UIN Walisongo ini, selain membantu banyak kegiatan di desa ini anak KKN juga berhasil membuat ramuan jamu yang dapat menyehatkan badan. Dengan adanya kegiatan membuat jamu ini diharapkan masyarakat akan lebih meningkatkan kesadaran akan kesehatan mereka dimasa pandemi ini,” ujar Istori selaku kepala Desa Pekonina.

Salah satu masyarakat, fifi mengatakan, “pembuatan jamu yang dilakukan oleh mahasiswa KKN ini sangat bagus untuk dilakukan. Saya mewakili masyrakat desa Pekonina ini mengucapkan terimakasih kepada adik-adik KKN atas kreatifitasnya dalam upaya melakukan pencegahan Covid – 19”.

Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa, pada dasarnya jamu boleh dikonsumsi setiap hari. Minum jamu setiap hari merupakan upaya untuk menjaga daya tahan tubuh agar virus tidak mudah menyerang, pemeliharaan kesehatan, pemulihan, kebugaran, bahkan kecantikan. Walaupun begitu, hindari konsumsi jamu yang berlebihan. Terutama jika Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, akan lebih untuk berkonsultasi terlebih dulu sebelum minum jamu. (*)

Related posts