Lawan Hoax, Mahasiswa Politekhnik Negeri Padang Ikuti Pelatihan Jurnalistik

  • Whatsapp
pelatihan jurnalistik singkat di tengah badai hoax di Hotel Pangeran City, Minggu, (21/11).

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — UKM pers Jempol Politekhnik Negeri Padang menggelar pelatihan jurnalistik singkat di tengah badai hoax di Hotel Pangeran City, Minggu, (21/11/2021). Pemateri Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus, Ketua IJTI Jhon Nedi Kambang dan Pewarta Foto Desrian.

Pelatihan dasar dasar jurnalistik mulai dari bagaimana mengolah berita yang baik dan benar, hingga bijak dalam menyampaikan informasi dilakukan sejumlah jurnalis yang biasa bertugas di Kota Padang.

Read More

Pemberian materi ini disampaikan khususnya kepada sejumlah mahasiswa dan siswa yang ada di Kota Padang, Sumatera Barat.

Meski terbilang singkat, namun pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Pangeran City, Kota Banjarbaru selama setengah hari tersebut diharapkan mampu memberikan pengetahuan tentang mengelola informasi standar jurnalistik.

Yakni berdasarkan fakta, tidak berpihak, serta tidak membuat masyarakat menjadi resah saat menerima informasi yang disampaikan.

“Generasi generasi kita baik itu pelajar maupun mahasiswa bagaimana kedepan mereka selalu siap menyampaikan informasi yang positif, karena beberapa kasus masih minim pemahaman menggunakan media sosial,” Ucap Seorang Jurnalis bernama Derian Eristha pewarta foto dari Singgalang

Direktur Politekhnik Negeri Padang diwakili Fitri Adonna mengatakan Mulai tahun 2021, setiap mahasiswa Politeknik Negeri Padang sudah bisa menikmati program merdeka belajar. Program baru di bawah naungan Kampus Merdeka ini, nantinya akan memungkinkan mahasiswa mengambil mata kuliah lain di prodi lain, bahkan di kampus lain. Jadi mahasiswa akan dengan bebas memilih mata kuliah apa saja yang ingin di ambil di hampir semua prodi dan universitas di Indonesia.

Selain itu mahasiswa juga bisa mengambil magang di sebuah industri dan akan diakuisisi dalam mata kuliah khusus. Program kampus merdeka ini memungkinkan mahasiswa untuk diijinkan memiliki hak belajar sesuai dengan minatnya masing-masing di luar jurusan.

Ditengah semakin cepatnya informasi beredar dengan kecanggihan teknologi, informasi dengan kaedah atau standar jurnalistik hingga kini tetap menjadi perbandingan bagi masyarakat.

Terutama untuk menyikapi jika sebuah informasi meragukan kebenarannya atau mengandung unsur berita bohong atau hoax.

Ketua Panitia Pasca Hafiz mengatakan kita harus kritis menerima informasi karena tidak semua informasi bisa ditelan bulat-bulat. “Terima atas kehadiran teman mahasiswa yang telah sudi meluangkan waktu untuk mengangkat acara,” tuturnya

Presiden BEM PNP, Fatwa Amrullah memgatakan perkembangan teknologi dan informasi tidka bisa dibendung makanya perlu saring sebelum sharing.

Dia mengapresiasi UKM Pers Jempol yang berhasil mengangkat pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa Politekhnik Negeri Padang.

Related posts