‘Lompatan Gila’ Ala Amasrul Usai ‘Dipecat’ Sekdako Jadi Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumbar

  • Whatsapp
Gubernur dan Wali Kota Padang Hendri Septa (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Nurrahmat, SH

Kabar mengejutkan datang dari Amasrul yang ‘masih menjabat Sekda Padang’ yang sebelumnya ‘dipecat’ oleh Wali Kota Padang Hendri Septa, kemudian hari ini, Selasa, (24/8) Gubernur Sumbar Mahyeldi menarik Amasrul ke Rumah Gadang Sudirman, hal ini seakan menjadi sebuah sinyal dari Gubernur seluruh persoalan di Pemko Padang dihendel oleh Pemprov Sumbar. Sepertinya juga gubernur memberikan peluang kepada Wali Kota yang sekarang Hendri Septa untuk menyelesaikan rumah tangga pemerintahannya sendiri.

Read More

Namun sejauh pengamatan penulis peristiwa politik ini erat kaitannya dengan kursi nomor dua di Kota Padang.
Ada banyak momentum pertemuan offline dan online oleh keduanya (Gubernur dan Walikota), namun yang paling berkesan adalah pertemuan gubernur dengan Wali kota yang ‘sungkem’ sebagai sebuah tanda penghormatan pada HUT Kota Padang 7 Agustus lalu sebagai momentum tidak percaya kalau keduanya tidak bersama lagi atau juga bisa momentum ‘perpisahan beneran’ antar keduanya.

Gubernur Mahyeldi sebelumnya pernah mengeluarkan pernyataan ketika banjir menerjang Padang beberapa waktu lalu, Pemprov Sumbar akan memberikan dukungan kepada Pemko Padang dalam kondisi apapun. Lalu pertanyaannya apakah pengangkatan Amasrul sebagai Kadis di provinsi sebagai bentuk dukungan?.

Jika kita menengok analisis politik kedua kubu yakni Partai PAN di Kota Padang dan PKS di Sumbar sedikit banyaknya juga akan sangat berpengaruh kepada pengisian posisi OPD dan juga jabatan Wakil Wali Kota Padang, bahkan tidak mungkin kedua posisi (Wali Kota dan Wakil Wali Kota, red) dapat direbut dengan mudah partai PAN dengan mayoritas kekuatan di legislatif plus Gerindra.

Menyikapi pengangkatan Amasrul, Wali Kota Padang Hendri Septa sempat bingung dengan pengangkatan Amasrul jadi Kadis di Provinsi Sumbar. Menurut versi Wali Kota, Amasrul masih menjadi Sekdako Padang adalah sebagai bentuk ‘pembangkangan’.
Maka penulis bisa menyimpulkan dapat dipastikan dinamika pertarungan pengisian kursi kosong Wali Kota Padang akan menjadi lebih kompleks dan sengit, wallahu ‘alam.

/*Penulis adalah Wartawan Senior yang juga Pemred Media Online MinangkabauNews.com

Related posts