Long Boat Terbalik Dihantam Ombak di Perairan Sagulubbek 1 Korban Belum Ditemukan, Tim SAR Mentawai Turun Pencairan H2

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWWI – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai bergerak cepat mengerahkan tim penyelamat guna melaksanakan operasi kecelakaan kapal berupa satu unit long boat nelayan yang terbalik di perairan Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Senin sore.

Operasi SAR ini dilakukan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan perairan tersebut.

Read More

​Berdasarkan laporan awal yang diterima, Long boat bermesin 40 PK berwarna coklat tersebut berencana membawa warga yang sakit dari pantai Sagalubeg menuju Tuapeijat. Pada saat keluar dari Muara Sagalubeg menuju Pantai Sagalubeg Untuk menjemput warga yang sakit, Long Boat tersebut dihantam ombak dan terbalik di Pintu Muara Sagalubeg.

2(Dua) orang korban dinyatakan berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang korban lainnya dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian intensif.

Dan masyarakat sekitar juga telah berusaha menggunakan 3 Long boat melakukan pencarian.

​Informasi Kecelakaan Kapal ini diterima resmi oleh Kantor SAR Mentawai pada pukul 17.35 WIB dari Kepala Desa serta pihak keluarga korban.

Merespons informasi tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, S.E langsung menginstruksikan keberangkatan tim rescue pada pukul 17.50 WIB.

Tim rescue yang berkekuatan 6 personel menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) segera bertolak menuju titik koordinat perkiraan LKP di posisi 1°37’15″S – 98°49’37″E.

​Dalam operasi ini, tim penolong dibekali dengan alut dan peralatan keselamatan yang memadai, alat navigasi, alat komunikasi, perlengkapan medis, perlengkapan evakuasi, telepon satelit, dan perangkat Starlink guna memastikan kelancaran operasi SAR di lapangan.

​Pada pukul 20.00 WIB, Tim Rescue Kansar Mentawai memutuskan untuk mengarahkan haluan dan bersandar di Dermaga Pei-Pei.

Keputusan ini diambil lantaran tim menghadapi tantangan cuaca berupa hujan, kecepatan angin 9 Knots, serta gelombang tinggi mencapai 2 meter di perairan barat Siberut yang disertai terbatasnya jarak pandang saat malam hari.

Operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 2100 WIB dan akan dilanjutkan kembali secara maksimal pada Selasa pagi, 9 Juni 2026 pukul 06.30 WIB”, ujar Kakansar. Selasa (09/06/2026) pagi.

​Data Korban Kecelakaan Kapal, Danil (30 Th / Laki-laki) Selamat, ​Hendrikus (34 Th / Laki-laki) Selamat dan ​Jajanggi (48 Th / Laki-laki) yang saat ini masih dalam Pencarian (DP). (Tirman)

Related posts