Mahasiswa Minang Minta Polri dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Hotel Balairung

  • Whatsapp
Hotel Balairung (Foto. Dok. Istimewa)

MINANGKBAUNEWS, NASIONAL — Mahasiswa Minang Jakarta menilai ada kejanggalan dari hotel Balairung Jakarta yang di bangun menggunakan anggaran daerah Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) sebanyak Rp 180 miliar yang dalam laporannya selalu merugi.

“Saya merasa ada sesuatu yang tidak beres dalam pengelolaan hotel Balairung atau kantor penghubung Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Jakarta ini. Masak tidak pernah sekalipun memberikan pemasukan bagi Provinsi Sumatera Barat,” ujar Arven Marta selaku Mahasiswa Minang di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Read More

Padahal, lanjut Arven, tingkat hunian Hotel Balairung cukup tinggi. Selalu diatas 50 persen dari kamar yang tersedia, dan berlokasi stategis kelas bintanng 3. Jadi seharusnya hotel Balairung tentu tidak akan rugi.

“Dengan tingkat hunian yang diatas 50 persen, seharusnya hotel Balairung mendapatkan keuntungan dan bisa memberikan pemasukan bagi pemerintah provinsi. Namun, yang saya herankan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan masalah terkait pengelolaan keuangan perusahaan daerah itu, hingga tiap tahun selalu merugi,” jelas Arven yang juga sekarang tercatat menjadi salah seorang fungsionaris PB HMI ini.

Melihat kondisi yang tak wajar ini, ia meminta kepada Kapolri dan Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi yang terjadi dalam pengelolaan hotel pemerintah daerah tersebut.

“Saya menduga pasti ada yang salah dalam pengelolaan hotel Balairung. Saya menduga ada oknum yang mencoba melakukan korupsi. Dan sebagai bentuk meyelematkan hotel Balairung, kami dari elemen mahasiswa dan pemuda minang akan mendatangi KPK untk memeriksa kejangangggalan tersebut,” tegasnya.

Menurut Arven, jika tidak bisa memberikan kontribusi bagi Sumatera Barat, lebih baik Pemerintah Provinsi mengembalikan fungsi hotel Balairung sebagai tempat pertemuan pemuda mahasiswa minangkabau di Jakarta tanpa dikomersialisasi.

“Toh kalau dikomersialisasi juga tidak dapat untung,” tutup Arven.

Related posts