Mahasiswa Psikologi UNAND Lakukan Intervensi Psikoedukasi Kepada Masyarakat Sekitar Gunung Marapi

  • Whatsapp

AGAM – Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Selasa (26/12/23) beberapa orang Mahasiswa Psikologi Universitas Andalas melaksanakan inisiatif dalam rangka menjalankan perannya dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. 6 mahasiswa Jurusan Psikologi ini langsung ke lapangan memberikan intervensi Psikoedukasi kepada masyarakat pemukiman Gunung Marapi, tepatnya di Jorong Simpang Tigo, Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kegiatan intervensi psikoedukasi merupakan bentuk penyampaian dan analisa yang komprehensif kepada masyarakat terkait kesiap siagaan penduduk sekitar menghadapi potensi bencana gunung api.

Enam orang mahasiswa adalah Inna Filjannati Cema Puteri, Ismah Wasilah, Nuur Ikrami Parlina S, Mitsaqan Ghalizha, Sulthan Ariq Raihan Irsyad, dan M. Abbiyyu Khalis. Para mahasiswa ini menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada masyarakat mengenai berbagai aspek terkait bahaya dan dampak dari letusan gunung api.
“Kegiatan psikoedukasi kami berikan kepada warga yang kami ditemui di sekitar Jorong Simpang Tigo. Materi yang kami sampaikan dibarengi dengan pembagian poster siaga bencana, “ungkap Mitsaqan Ghalizha pada Minangkabaunews Selasa (09/01/24)
Ia menyatakan bahwa materi penyampaian mencakup pengetahuan tentang tanda-tanda awal gunung api yang akan meletus, pemahaman mengenai status tingkat kewaspadaan gunung api. Mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, serta teknik-teknik yang dapat digunakan untuk mengatasi stres pasca trauma akibat erupsi Gunung Marapi, khususnya melalui penerapan teknik Spiritual Emotional Freedom Technique juga disampaikan oleh para mahasiswa Psikologi Unand pada waktu itu .
Sampainya lagi bahwa Teknik ini berfokus kepada keikhlasan seseorang terhadap perasaan takut dan cemas setelah melindungi diri ketika menjadi korban bencana.
“Langkah ini diambil dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi di daerah tersebut. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam menghadapi situasi darurat seandainya terjadi erupsi gunung api” tuturnya.
Salah satu warga yang mengikuti kegiatan psikoedukasi ini, Ibu Neni (50 tahun) mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan kegiatan ini.
“Saya merasa sangat senang dengan kedatangan para mahasiswa ini. Ini kali pertamanya kami mendapat sosialisasi siaga bencana yang memang sangat kami butuhkan. Karena sebelumnya kami belum pernah diberikan penyuluhan atau sosialisasi apapun terkait erupsi ini, dan kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagaimana siaga bencana untuk erupsi, mulai dari apa saja persiapan yang harus dilakukan hingga ke tanda-tanda Gunung Marapi akan erupsi lagi.” ungkap ibu Neni.
Selain itu, warga juga mengungkapkan harapan agar dapat memperoleh arahan jelas dan petunjuk dari pemerintah atau lembaga kebencanaan, mengenai jalur evakuasi dan persiapan penyelamatan diri untuk menghadapi erupsi Gunung Marapi.
Beberapa masyarakat berharap agar adanya sosialisasi atau petunjuk jelas dari pemerintah atau pihak berwenang tentang bagaimana jalur evakuasi yang tepat untuk penyelamatan diri saat erupsi ini terjadi.
“Hal yang kami takutkan adalah ketika berlari evakuasi menyelamatkan diri ke suatu daerah, tapi ternyata daerah tersebut merupakan tempat yang paling terdampak erupsi ini”, sampai salah seorang warga.
Para mahasiswa ini juga mengharapkan bahwa upaya mereka dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sebuah pembelajaran teori semata, tetapi juga sebuah langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di Jorong Batu Palano dalam menghadapi potensi erupsi atau letusan Gunung Marapi.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts