MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana kampus Universitas Eka Sakti (UNES) terasa berbeda pada Sabtu pagi (5/9/2026). Bukan sekadar rutinitas akademik yang berlangsung, melainkan momen bersejarah bagi Kota Padang. Di Ruang Sidang Rektorat Lantai I, Pemerintah Kota Padang bersama DLH dan LPPM UNES resmi mencanangkan dimulainya Kegiatan Coaching Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award (PRA) Sesi 2 Tahun 2026. Dan kabar baiknya? Kali ini durasinya lebih panjang dari sebelumnya!
Ya, berbeda dari sesi-sesi sebelumnya, Pemko Padang memberi jatah waktu lebih longgar untuk edisi kali ini. Terhitung mulai 12 Juli hingga 1 Oktober 2026, proses verifikasi akan berlangsung. Kebetulan sekali, jadwal ini bertepatan dengan momen istimewa peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 sekaligus persiapan matang menyambut penilaian Adipura. Tentu saja, ini jadi kesempatan emas bagi warga untuk menunjukkan kualitas kebersihan terbaiknya.
Lantas, apa yang membuat PRA sesi ini begitu spesial? Fuad Syukri, Kabid Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan DLH Kota Padang, mengungkapkan bahwa fokus utama kali ini diarahkan pada pemilahan sampah organik alias sisa makanan. Mengapa? Karena tumpukan sampah makanan menghasilkan gas metan yang merusak lapisan ozon dan memicu perubahan iklim. Jadi, gerakan ini bukan sekadar lomba kebersihan biasa—ini adalah langkah nyata menyelamatkan bumi!
“Waktu yang lebih panjang kami berikan agar setiap RT dan pengurus Bank Sampah bisa benar-benar fokus dan konsisten menjaga kebersihan. Yang terpenting, budaya bersih ini harus terus melekat, bukan cuma saat perlombaan,” tegas Fuad dengan semangat.
Yang lebih mencengangkan, untuk menilai 3.456 RT yang tersebar di seluruh Kota Padang, DLH menggandeng 312 mahasiswa UNES dari delapan fakultas berbeda! Mulai dari Fisipol, Ekonomi, Akuntansi, Hukum, Teknik, FKIP, Pertanian, hingga Sastra—semua terlibat. Mereka sudah menjalani pembekalan intensif selama dua hari penuh pada 5-6 September 2026 oleh tim teknis DLH dan Juri PRA. Bayangkan, ribuan titik akan disambangi oleh mahasiswa-mahasiswa muda ini untuk memastikan setiap sudut lingkungan benar-benar bersih.
Namun, menjadi penilai bukanlah perkara mudah. Fuad Syukri berpesan kepada para mahasiswa untuk selalu menjunjung tinggi etika, integritas, dan kesantunan saat berinteraksi dengan warga. “Kalian adalah duta perubahan. Bawalah misi edukasi, bukan sekadar penilaian,” pesannya.
Dukungan luar biasa juga mengalir dari pimpinan UNES. Prof. Dr. Andi Suryaman Mustari Pide, S.H., M.Hum., selaku Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Padang, menyebut PRA sebagai program vital dalam membentuk karakter masyarakat. “Kita sedang membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan, bukan sekadar mengejar piala,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Rektor UNES, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd., tak kalah antusias. Beliau menekankan pentingnya profesionalisme dan kejujuran dari seluruh mahasiswa yang bertugas di lapangan. “Kepercayaan dari Wali Kota Padang ini harus kita jawab dengan hasil verifikasi yang objektif. Semoga program ini mampu mengedukasi warga hingga beban APBD untuk pengolahan sampah bisa kita tekan bersama,” harapnya.
Sementara itu, Ketua LPPM UNES, Prof. Dr. Ir. I Ketut Budaraga, M.Si., melaporkan bahwa seluruh mahasiswa telah dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis. “Mereka siap turun dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Padang Rancak Award Sesi II bukan hanya ajang perlombaan—ini adalah gerakan bersama menuju Padang yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. Siapakah RT terbersih? Kita tunggu hasilnya!







