Mahyeldi : Bangun Nagari, Generasi Minang Akan Kuat

  • Whatsapp

Agam, MinangkabauNews-Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah Dt. Marajo menyebut, membangun nilai-nilai falsafah Minangkabau dalam keseharian generasi muda dapat dimulai dengan memperkuat nagari.

Sebab nagari memiliki kemampuan merawat nilai-nilai Adat Basandi Syara’-Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK), Syara’ Mangato Adaik Mamakai.

Hal ini disampaikannya saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengamalan ABS-SBK Bagi Generasi Milenial yang berasal dari Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi di Hotel Sakura Syariah Lubuk Basung, Jumat (9/7/21) malam.

“Jika ingin menghadirkan ranah Minang yang baik, maka kuatkan nagari. Karena nagari memiliki keunggulan dalam menjaga nilai-nilai keminangan,” ujarnya.

Menurut gubernur, banyak tokoh-tokoh Minangkabau lahir dari pelosok nagari. Meski tinggal di nagari, pemikiran-pemikiran cendikiawan Minang tempo dulu jauh menembus batas nagari, bahkan Internasional.

“Dari mana itu dilahirkan? Di nagari. Banyak ekonom, politikus, sastrawan, duta besar lahir di nagari, karena di nagari diajarkan bagaimana berkomunikasi, berdialog berdasarkan falsafah ABS-SBK,” sebut gubernur.

Dalam hemat gubernur, generasi muda Minangkabau harus bangga menjadi etnis Minang. Menurutnya lagi, banyak faktor yang membuat bangga menjadi orang Minang, salah satunya cara menyikapi reformasi 1998.

“Ketika reformasi 1998 lalu, masyarakat Minang menyikapi itu dengan menghadirkan perda babaliak ka nagari, sampai sekarang perda itu menjadi acuan dalam pelaksanaan pemerintahan di Sumatera Barat dengan agenda menguatkan nagari,” terang Mahyeldi.

Persentase orang Minang, ulasnya, hanya 3 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Namun, kontribusi orang Minangkabau demikian besar untuk Indonesia, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.

“Karena itulah falsafah ABS-SBK yang menjadi jati diri orang Minangkabau harus melekat dalam pikiran dan keseharian generasi muda di Minangkabau,” ucapnya.

Sebagai upaya melekatkan itu, sambung gubernur yang akrab disapa buya itu, maka bimbingan teknis bagi generasi milenial terkait ABS-SBK perlu untuk dilakukan.

Menurutnya, adat dan budaya akan tetap terjaga ketika rasa memiliki sudah tertanam baik dalam pemikiran maupun dalam keseharian masyarakat, khususnya kaum milenial.

“Untuk itu, diharapkan kepada generasi milenial Minangkabau pelajari terus bagaimana karakter Minang sesungguhnya melalui pelatihan ini dan banggalah menjadi orang Minang,” ujarnya.

Related posts