MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Kebahagiaan terpancar dari wajah 629 warga Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Minggu (13/9/2026). Hari itu, mereka menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum BULOG Wilayah Sumatera Barat — sebuah momen yang bagi banyak keluarga bukan sekadar bantuan, melainkan napas lega di tengah himpitan kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di tengah-tengah warga menambah hangat suasana. Ia datang mendampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman, didampingi pula oleh Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumatera Barat R. Darma Wijaya, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Bantuan yang disalurkan kali ini bukan tanggung-tanggung — mencakup alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Totalnya mencapai 18,870 ton beras untuk 629 penerima. Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapat jatah 10 kilogram beras per bulan, sehingga dengan penyaluran tiga bulan sekaligus, masing-masing menerima 30 kilogram. Cukup untuk meringankan dapur keluarga selama beberapa pekan ke depan.
Maigus Nasir tak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Perum BULOG dan Alex Indra Lukman yang dinilainya terus menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga Kota Padang.
“Semoga bantuan yang diterima masyarakat ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kami juga berharap dukungan dan pengawasan dari Perum BULOG bersama DPR RI agar program ini dapat terus berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Maigus dengan penuh harap.
Namun, Maigus tak ingin warga hanya bergantung pada bantuan. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah melalui program urban farming. Menurutnya, menanam cabai, sayuran, dan berbagai tanaman pangan lainnya bisa menjadi jalan menuju kemandirian pangan rumah tangga.
“Dengan begitu, sebagian kebutuhan pangan rumah tangga dapat dipenuhi secara mandiri,” katanya. Pemerintah Kota Padang, lanjutnya, telah menggandeng Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat untuk menyediakan bantuan bibit bagi warga yang ingin memulai program tersebut.
Di sisi lain, Alex Indra Lukman menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini sekaligus menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI. Ia ingin memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan — bukan sekadar angka di atas kertas.
“Kita terus melakukan pengawasan agar bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kita juga mendorong Perum BULOG agar alokasi bantuan untuk Oktober, November, dan Desember dapat dipercepat penyalurannya,” tegas Alex.
Sementara itu, R. Darma Wijaya membeberkan gambaran lebih luas. Program bantuan pangan untuk Kota Padang mencakup 74.716 Penerima Bantuan Pangan dengan pagu sebanyak 2.241,480 ton beras. Angka yang fantastis, namun baginya yang terpenting adalah bagaimana bantuan ini benar-benar terasa manfaatnya.
“Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah bersama DPR sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban masyarakat serta memudahkan urusan perekonomian Bapak dan Ibu semua,” kata Darma dengan rendah hati.
Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban pengeluaran masyarakat, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan bagi keluarga penerima manfaat. Pemerintah dan DPR RI pun menekankan pentingnya pengawasan agar distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan — sebuah komitmen yang patut diapresiasi, namun tentu tetap perlu diuji di lapangan.







