Malam Imlek 2026: Pijakan Awal Kota Tua Padang Menuju Destinasi Budaya Kelas Dunia

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana berbeda menyelimuti kawasan Kota Tua Padang. Gemerlap lentang dan warna merah menyala bukan hanya sekadar perayaan Tahun Baru Imlek ke-2577, melainkan penanda awal sebuah transformasi besar. Pasar Malam Imlek yang berlangsung selama lima hari ini menjadi titik tolak ambisius Pemerintah Kota Padang untuk mengangkat kawasan bersejarah itu menjadi ikon pariwisata budaya berskala nasional, bahkan internasional.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam pembukaan acara (28/1/2026) mengungkapkan bahwa revitalisasi Kota Tua Padang adalah strategi utama dalam peta pemulihan ekonomi (economic recovery) kota. Revitalisasi ini tidak hanya fokus pada pembenahan fisik, tetapi juga pada aktivasi budaya yang menyeluruh.

“Kami sedang menyusun master plan komprehensif. Festival Kota Tua dan Pasar Imlek ini adalah langkah awal. Target kami, Kota Tua akan menjadi ikon tidak hanya untuk Padang, tetapi untuk Sumatera Barat di tingkat nasional,” ujar Fadly dengan penuh keyakinan.

Upaya ini didukung oleh percepatan infrastruktur dan upaya menarik investasi pusat. Rencananya, presentasi khusus potensi Kota Tua Padang akan dibawa ke Jakarta dengan dukungan tokoh nasional, Fadli Zon, untuk mendapatkan dukungan dan pendanaan yang lebih besar.

Visi besar ini bernama “Padang Rancak”, yang akan mentransformasi kawasan pesisir—mulai dari pinggir pantai, Batang Arau, hingga Tapi Lauik (Taplau)—secara bertahap dalam lima tahun ke depan. Tujuannya jelas: menciptakan destinasi wisata modern yang tetap berakar kuat pada sejarah dan budaya lokal.

Pasar Malam Imlek 2026 sendiri berperan sebagai mesin penggerak ekonomi langsung. Pemerintah Kota Padang sengaja memberi panggung seluas-luasnya kepada para pelaku UMKM lokal agar momentum keramaian ini langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

“Semoga dengan geraknya kegiatan seperti Pasar Imlek dan berbagai event lainnya sepanjang 2026, pemulihan ekonomi kita membuahkan hasil. Perekonomian Sumatera Barat naik, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang meningkat, dan pembangunan kita semakin gercep (cepat),” harap Fadly.

Dengan dialek Minang yang khas, Wali Kota juga menyemangati pedagang setempat yang memadati kawasan festival. “Saya tahu persiapan kalian luar biasa. Semoga balabo (untung) dua kali lipek, tigo kali lipek, untuk UMKM awak nan ado di siko (kita yang ada di sini).”

Penyelenggaraan Pasar Malam Imlek yang kedelapan kalinya ini membuktikan bahwa keberagaman budaya adalah aset strategis Kota Padang. Melalui harmoni sosial dan gelaran budaya berskala besar, Padang sedang melangkah mantap untuk bangkit sebagai kota wisata modern, tanpa melupakan secuil pun jejak sejarah yang menjadi jati dirinya.

Related posts