Mangombang Nan Talipek, Gelar Datuak Monti Bosa di Suku Kampai Simpang Kapuak Dilewakan

  • Whatsapp
Prosesi Batagak Panghulu Suku Kampai di Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (1/7) siang kemarin.

MINANGKABAUNEWS, LIMAPULUH KOTA – Suku Kampai Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota melaksanakan ritual adat batagak panghulu, Kamis (1/7) kemarin. Gala (gelar-red) Datuak Monti Bosa sebagai kepala kaum di Suku Kampai yang sudah hampir belasan tahun talipek, kini kembali dikombang atau dipakaikan.

Gelar Datuak Monti Bosa tersebut kini diemban oleh seorang pemuda dari Suku Kampai bernama Fitriande Randika Sukma, setelah gelar tersebut dilewakan ka nan rami. Prosesi malewakan atau mauliah gala tersebut berlangsung di Rumah Gadang Suku Kampai, yang terletak di Jorong Lobuah Tunggang.

Read More

Ritual adat itu diawali dengan pidato adat yang disampaikan Niniak Mamak se-Kenagarian Simpang Kapuak. Kemudian dilanjutkan pemasangan baju kebesaran penghulu. Tak lama, seluruh Niniak Mamak yang hadir melakukan pemukulan gong sebagai salah satu syarat pengesahan gelar Datuak Monti Bosa yang kembali dipakai.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Simpang Kapuak, H M Darnison Dt Bangso Dirajo menyebut, setelah resmi dilewakan sebagai penghulu, tanggung jawab dan beban berat kini sudah berada di pundak penghulu baru.

Ada banyak hal yang mesti jadi perhatian utama seorang penghulu di tengah-tengah masyarakat. “Tugas penghulu ini sangat penting di tengah-tengah kaum, tugas utamanya adalah menjaga dan mengayomi anak kemenakan,” katanya.

Dia menjelaskan, mangombang nan talipek maksudnya adalah menggantikan posisi penghulu lama yang sudah lama meninggal. Dalam kasus ini, Datuak Monti Bosa terakhir telah meninggal dunia belasan tahun silam.

“Dalam adat yang empat itu ada iduik bakarelaan, yang kedua mati batungkek budi, mangombang nan talipek, dan mambangkin batang tarandam. Kini datang salah satunya, yakni mangombang nan talipek yang maksudnya penghulu lama telah sekian lama meninggal dunia, hari ini dikembangkan lagi,” katanya.

Proses malewakan gala pusako Datuak Monti Bosa sendiri disambut antusias kaum suku Kampai Nagari Simpang Kapuak yang senantiasa bahu-membahu mensukseskan kegiatan tersebut.

Fitriande Randika Sukma yang resmi dilewakan sebagai Datuak Monti Bosa mengaku akan berupaya maksimal dalam menjalankan tugasnya sebagai penghulu.

Dia pun meminta dukungan seluruh Niniak Mamak se-Kenagarian Simpang Kapuak dalam menjalankan tugasnya. Dia pun akan terus belajar adat istiadat, agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab semaksimal mungkin. (akg)

Related posts