MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Bulan suci Ramadhan 1447 H di Kota Padang tahun ini terasa berbeda. Senin (23/2) lalu, suasana di Masjid Al-Munawarah, Kecamatan Nanggalo, dipenuhi oleh semangat dan keceriaan anak-anak muda yang siap mengisi waktu puasa dengan kegiatan positif. Momen itu adalah pembukaan Pesantren Ramadhan, sebuah kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.
Di hadapan puluhan peserta, Maigus Nasir menegaskan bahwa Ramadhan kali ini harus menjadi momentum kebangkitan masjid. Bukan sekadar tempat bersujud, masjid di era modern harus bertransformasi menjadi pusat peradaban dan pembinaan generasi muda.
“Tema yang kita angkat, Pesantren Ramadhan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara, ini bukan sekadar slogan. Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah kota untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan,” ujar Maigus dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, konsep Smart Surau yang digaungkan adalah langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman. Anak-anak muda tidak hanya dibekali ilmu agama seperti Al-Qur’an, fiqih, dan akidah akhlak, tetapi juga diarahkan untuk mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritual. Anak-anak hari ini harus bisa menggunakan teknologi untuk kemaslahatan umat, bukan justru terjerumus ke hal negatif,” tegas orang nomor dua di lingkup Pemerintah Kota Padang itu.
Pesantren Ramadhan di Masjid Al-Munawarah ini diikuti oleh 168 siswa yang terdiri dari tingkat SD/MI hingga SMP/MTs se-Kecamatan Nanggalo. Selama kegiatan, mereka tidak hanya belajar mengaji, tetapi juga mendapatkan materi interaktif dan edukatif yang dirancang agar kegiatan keagamaan terasa menyenangkan dan tidak membosankan.
Para guru, pembina, serta pengurus masjid turun tangan langsung mendampingi para peserta. Maigus Nasir berharap, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat ini bisa menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di Kota Padang.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Dengan membina generasi muda sejak dini di masjid, kita sedang menyiapkan kader-kader pemimpin yang berkarakter. Inilah esensi dari Padang Juara yang kita impikan, di mana generasi mudanya unggul, berakhlak mulia, dan siap membangun daerah,” pungkasnya.
Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para peserta dan orang tua, yang berharap program serupa bisa terus berlanjut dan menjadikan masjid sebagai rumah kedua bagi anak-anak dalam membentuk kepribadian Islami.






