Masuk dalam Zona Oranye, Pemkab Sijunjung Tidak akan Melaksanakan Shalat Idul Fitri Berjamaah

  • Whatsapp
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, SIJUNJUNG – Kasus Covid 19 di Kabupaten Sijunjung memasuki minggu terakhir Ramadhan tahun 2021 kian bertambah dan semakin menggila, pada Senin (10/5/2021) dinyatakan pasien positif mencapai 1.083 orang, akibatnya daerah tersebut masuk dalam zona oranye.

Bupati Sijunjung Beny Dwifa Yuswir mengatakan, menindak hal itu makan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung tidak akan melaksanakan Shalat hari Idul Fitri nantinya. Sebelumnya Pemkab Sijunjung merencanakan Shalat Idul Fitro di lapangan M. Yamin.

Read More

“Di karenakan wilayah kita (Sijunjung) masuk zona orenye, maka kita tidak melak sanakan Shalat Idul Fitri berjamaah di lapngan,” kata Bupati Sijunjung Beny Dwifa Yuswir, Senin (10/5/2021).

Lebih lanjut Beny menyampaikan, penyebaran pendistribusian Covid 19 sejak berapa tahun ini, porta seakan-lepas kendali, sehingga hampir setiap harinya terus bertambah.

“Pemkab Sijunjung bersama Forkopinda dan petugas terkait, terus mensosialisasikan kemasyarakat yang pentingnya menggunakan prokes,” ujarnya.

“Di karenakan banyaknya perantau yang pulang kampung lebih awal, maka penangan Covid-19 masih ada yang menilai kurang serius sesuai dengan Perda Sumatera Barat No. 6 tahun 2020 tentang kebiasaan kebiasaan Baru dengan protokol nematuhi kesehatan,” ucapnya.

Dari data sementara sebanyak 50 orang yang dinyatakan positif baru satu orang yang sembuh. 49 orang masih dalam perwatan dan kerantina mandiri di rumah masing-masing.

Secara total data yang terkonfimasi positif 1.083 orang, yang telah sembuh sebanyak 1.010 orang. Artinya angka kematian atau meniggal dunia 39 orang, “katanya.

Dalam kesempatan itu, mohon kepada wartawan agar meningkatkan perannya dalam mensosialisasikan pentingnya menggunakan protokol kesehatan dimana dan kapan saja. Sekaligus mengajak masyarakat untuk menghindari kerumunan dalam betuk apapun.

Ia juga menyatakan terbuka wartawan diperlukan, Membangun Pemkab Sijunjung memerlukan kerja sama yang baik dari seluruh elemen masyarakat, terlebih lagi dari insan pers sebagai pilar keempat.

“Saran dan keritikan yang sifatnya membangun dari wartawan tetap diperlukan dalam kelancaran pembangunan,” katanya.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, baik pada klaster perkantoran, klaster nagari dan rumah tangga. Pemkab Sijunjung tetap memberikan sanksi sosial kepada setiap yang melanggar protokol kesehatan.

“Hal ini agar masyarakat tidak menyadari perlunya mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

Related posts