Masyarakat Sutera Dihebohkan Hewan Ternak yang Mati Diduga PMK, Ini Kata Kapuskeswan

  • Whatsapp
Sapi yang mati akibat PMK yang terletak ditengah sawah di Nagari Aur Duri/ Foto: Wali Nagari Aur Duri

PESISIR SELATAN,MINANGKABAUNEWS – Masyarakat Sutera dihebohkan hewan ternak yang diduga mati akibat PMK (Penyakit mulut dan kuku) di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan semakin bertambah.

Menurut Kapuskeswan Sutera dan Lengayang Drh. Alriko Patrisman Sutera dan Lengayang ketika dihubungi Minangkabaunews.com membenarkan adanya kasus PMK di Sutera.

Read More

“Saat ini kita cuma mendapatkan 6 laporan sapi yang mati dari masyarakat yang 6 tersebut 5 yang terindikasi positif PMK yang 1 lagi tidak.

Ia juga menambahkan kita dari Puskeswan sudah mengobati sebanyak 380 ekor sapi dengan obat-obatan seadanya saja sambil menunggu Pemerintah Daerah memberi bantuan tenaga medis dan lain-lainnya.

Sementara wali nagari Aur duri Surantih kecamatan Sutera Jetrizanko ketika dihubungi Minangkabaunews ia membenarkan ketika ditanya mengenai hewan ternak masyarakat mati akibat PMK tersebut ia mendapatkan Data kematian sapi tersebut langsung dari laporan masyarakat setempat dan kepala kampungnya.

Menurutnya sebanyak 24 ekor baru yang melapor ke pihak nagari Aur Duri sementara untuk 40 ekor yang mati masih belum ada pihak yang melapor.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah bisa menanggapi secepatnya hal ini, kalau tidak mungkin bisa dipastikan penularan PMK kian hari kian menjadi,” ucapnya Jetrizanko.

Dengan adanya kematian tersebut, Banyak bangkai sapi dan kerbau tidak terkubur bahkan bangkai terletak disana sini.

Seperti diketahui PMK atau dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus. Mengapa kita harus waspada terhadap penyakit PMK, karana Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi. (Ronal)

Related posts