Mau Tau? Inilah Asal usul Penduduk dan Penamaan Simarasok Kampeh

  • Whatsapp
nagari Simarasok
Nagari Simarasok, Baso, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Sri Handayani

Penduduk di suatu tempat terdiri dari beberapa macam, seperti penduduk pendatang dan penduduk asli. Penduduk pendatang merupakan penduduk yang tidak memiliki sanak saudara di tempat tersebut. Penduduk asli merupakan penduduk yang nenek moyangnya berasal dari daerah tempat tinggalnya tersebut.

Read More

Simarasok merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Simarasok ini terdiri dari beberapa jorong yaitu Jorong Kampeh,Jorong Koto Tuo,Jorong Simarasokdan Jorong Sungai Angek.

Asal usul penduduk di Nagari Simarasok ialah dari Sungai Janiah. Berawal dari penduduk Sungai Janiah terdahulu mencari makan lalu pergilah ke sebuah bukit dan setelah itu menurun, sampailah di sebuah tempat yang cocok atau bagus untuk bercocok tanam dan lain sebagainya. Diangsur-angsurlah membuat sebuah pondok sebagai tempat tinggal, sampai berkembang penduduk di tempat tersebut dan membuat pemukiman sendiri.

Diketahui nenek moyang penduduk Simarasok dari Sungai Janiah dengan adanya bukti “rumah gadang lamo” yang ada di Sungai Janiah merupakan rumah gadang milik nenek moyang penduduk Simarasok. Dan baru-baru ini ditemukan tarenang besar antara bukit perbatasan Sungai Janiah dan Nagari Simarasok. Dipercaya tarenang besar tersebut milik nenek moyang terdahulu yang bermigrasi dari Sungai Janiah ke Nagari Simarasok.

Asal nama Nagari Simarasok berasal dari kata sima dan rasok, sima yang artinya sumur dan rasok artinya berasap. Dapat disimpulkan bahwa Simarasok artinya sumur yang berasap. Lalu ada nama jorong yang menarik untuk dibahas dikarenakan namanya yang kebih unik yaitu Jorong Kampeh. Asal nama Jorong Kampeh sebagian masyarakat pribumi mengetahui bahwa berasal dari kata “kapeh” atau kapas dikarenakan di daerah ini dahulu banyak adanya pohon kapas.

Namun ada juga persepsi atau pendapat masyarakat yang tinggal di tempat ini (masyarakat pribumi) lainnya yang menyebutkan bahwa asal nama Kampeh. Dengan adanya kejadian orang yang setiap datang ke Kampeh itu selalu “taampeh-ampeh” atau selalu terjatuh. Hal ini terjadi diduga dikarenakan adanya roh-roh gaib di tempat ini.

Menurut pendapat saya tidak banyak yang mengetahui tentang asal usul nagari ini. Terutama dari generasi muda dikarenakan tidak adanya dokumentasi yang jelas dan generasi muda pun jarang untuk mencari tahu hal-hal seperti ini. Kita sebagai generasi muda perlu mengetahui asal usul tempat tinggal kita sendiri supaya jika ada yang menanyakan kita bisa menjelaskannya. (*)

/* Penulis adalah Mahasiwa Universitas Andalas.

Related posts