Memperingati Hari Dokter Nasional dan Pentingnya Menjaga Kesehatan

  • Whatsapp
dokter
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh : Dufira Sabilla

Dokter merupakan salah satu profesi tertua dan mulia karena pekerjaannya yang menyangkut nyawa manusia. Pekerjaan dokter sangat diminati oleh banyak orang. Meskipun peminatnya banyak, namun rasio penyebaran dokter belum bisa menyentuh seluruh pelosok negeri ini. Masih banyak daerah yang kekurangan tenaga dokter dan bersusah payah untuk berobat.

Read More

Adanya Hari Dokter Nasional yaitu 24 Oktober, merupakan sebuah hari penting yang dirayakan oleh organisasi-organisasi kesehatan untuk menghargai jasa dokter kepada masyarakat. Untuk merayakan hari Dokter Nasional, biasanya dokter-dokter di seluruh Indonesia mengadakan pengobatan gratis, konsultasi gratis, senam sehat, webinar kesehatan, dan hal lainnya. Kegiatan ini dilakukan guna mengabdi pada masyarakat juga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan jasa dokter namun terkendala materi.

Di masa pandemi COVID19, dokter berkontribusi besar untuk membantu masyarakat kembali pulih seperti sedia kala. Banyak upaya yang dilakukan oleh dokter-dokter di seluruh Indonesia untuk kembali membuat Negeri ini pulih. Baik dengan menyebarkan informasi protokol kesehatan, penyuluhan kepada masyarakat-masyarakat, mengadakan campaign, pembagian masker gratis, dan upaya-upaya lainnya. Seluruh dokter di Indonesia berupaya membuat masyarakat aman dari jangkauan COVID19 dan bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Sebagai masyarakat yang tidak berprofesi menjadi seorang dokter, kita juga bisa ikut serta merayakan Hari Dokter Nasional. Dengan menjaga kesehatan, menaati protokol kesehatan, dan juga mengikuti anjuran dari dokter itu sudah termasuk merayakan Hari Dokter Nasional. Apalagi di era pandemi saat ini.

Menjaga kesehatan di tengah kondisi pandemi COVID19 sangat penting. Tidak hanya untuk memutus rantai penyebaran virus, namun juga untuk membantu meringankan pekerjaan dokter. Selain itu, menjaga kesehatan juga sangat penting untuk diri pribadi. Kesehatan fisik dan mental menjadi hal yang sangat penting dijaga dikala pandemi ini. Tentunya kita tahu, dengan adanya pandemi membuat segala aktivitas kehidupan berubah 180°. Dan hal inilah yang akan memengaruhi imun tubuh dan kesehatan mental kita.

Untuk menjaga kesehatan fisik, tentunya kita harus menaati protokol kesehatan, makan-makanan yang bergizi, rajin olahraga, dan juga istirahat yang cukup. Lalu, bagaimana cara menjaga kesehatan mental? Mengingat kesehatan mental menjadi hal yang hangat diperbincangkan saat ini.

Ada beberapa cara yang penulis rangkum dan cocok untuk menjaga kesehatan mental di era pandemi saat ini, yaitu:

Kurangi asupan berita. Cukup baca berita yang dibutuhkan. Jika berita itu membuat cemas, lebih baik dibiarkan. Karena berita seperti itu akan memengaruhi pikiran dan mental.

Menghabiskan waktu bersama keluarga. Ketika memiliki waktu luang, habiskan waktu untuk berkumpul dan bercerita bersama keluarga. Luapkan keluh kesah yang sudah dihadapi selama ini. Agar tidak menjadi beban pikiran dan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan.

Bercerita. Jika merasa tidak nyaman, atau ada hal yang mengganggu pikiran, sebaiknya bercerita kepada orang yang dipercaya.

Self talk. Afirmasi kepada diri sendiri. Ini merupakan sebuah cara berbicara kepada diri sendiri guna menyemangati diri dan bercerita apa yang dirasakan. Beri afirmasi positif pada diri sendiri, hal ini efektif untuk mengurangi resiko penyakit mental.

Melakukan hobi. Ketika ada hal yang mengganggu pikiran, lakukan hal yang disukai. Karena dengan melakukan hal yang disukai akan membuat pikiran teralih.

Mengonsumsi buah dan sayur. Penelitian dari Warsaw University of Life Sciences tahun 2020 menjelaskan bahwa mengonsumsi buah dan sayur berpengaruh positif bagi kesehatan mental.

Dengan menjaga kesehatan fisik dan mental, kita sudah ikut serta dalam merayakan Hari Dokter Nasional dan mempermudah pekerjaan dokter. Selain itu, manfaatnya juga akan dirasakan oleh diri sendiri.

Menurut penulis, dengan adanya Hari Dokter Nasional ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk menelaah kembali pentingnya menjaga kesehatan agar roda kehidupan kembali seperti semula. (*)

/* Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Andalas.

Related posts