Mendagri Tito Karnavian Vidcon Dengan Wako Solok

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian menggelar video conferenci dengan Walikota Solok Zul Elfian Umar.

Video conferenci tersebut digelar, Senin (21/11/2022), di E-goverment monitoring room Balaikota Solok. Ikut mendampingi Kepala Bappeda Kota Solok Desmod, Kepala Dinas Pangan Kota Solok Ikhvan Marosa, dan OPD terkait.

Read More

Dalam video conferenci tersebut, Menteri dalam Negeri menekan pada kepala daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota untuk membantu Pemerintah Pusat dalam menekan laju inflasi di daerah masing-masing.

Inflasi, sebut Tito, menjadi masalah ekonomi, terutama di negara berkembang. Ada berbagai faktor penyebab inflasi, seperti defisit anggaran belanja pemerintah yang berdampak pada jumlah uang yang beredar. Adapun dampak positif dan negatif inflasi berasal dari beberapa faktor.

Di antaranya inflasi permintaan yaitu bertambahnya jumlah peredaran uang akibat terjadinya penurunan suku bunga, yang berakibat jumlah konsumsi dan investasi meningkat.

Inflasi penawaran, hal ini dipicu penaikan harga barang dan komoditi lainya. Seperti kenaikan harga minyak dunia dan kenaikan listrik, dan termasuk faktor cuaca dan perang.

Inflasi campuran terjadi akibat permintaan dan penawaran tidak seimbang, disebabkan produksi menurun sementara permintaan tinggi.

Inflasi ekspetasi disebabkan pelaku ekonomi yang tidak taat aturan sehingga kondisi pasar mengalami ketidakpastian.

Mendagri Tito Karnavian dalam SE Mendagri Nomor 500/4825/SJ tentang penggunaan belanja tak terduga dalam rangka pengendalian inflasi di daerah, meminta para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk melakukan optimalisasi APBD agar inflasi bisa dikendalikan di daerah.

“Diminta gubernur/bupati/wali kota untuk melakukan optimalisasi APBD yang terkait dengan pengendalian inflasi daerah. Di antaranya menjaga keterjangkauan harga, daya beli masyarakat, kelancaran distribusi dan transportasi, kestabilan harga pangan, ketersediaan bahan pangan terutama dengan kerja sama antar daerah, serta memberikan bantuan sosial untuk masyarakat yang rentan terhadap dampak inflasi di masing-masing daerah,” ujar Tito.

Related posts