Mengenal Covid Varian Delta Bersama dr. Deddy Herman, Sp.P (K)

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Seluruhnya Allah mudahkan bagi kita untuk menyelesaikan masalah Covid-19 di Indonesia. Alhamdulillah juga sudah ada perintah dari Presiden, bahwa seluruh masyarakat harus di vaksin secepatnya.

Hal ini disampaikan dr. Deddy Herman, Sp.P (K) FCCP, FAPSR, MCH saat ditemui Minangkabaunewscom diruangan kerjanya. Senin (28/6/2021).

Read More

“Mudah- mudahan ini bisa membantu, yang pertama adalah penularan Covid-19 bisa kita turunkan, kalau tidak turun, artinya akan sangat banyak orang Indonesia meninggal nantinya yang disebabkan oleh Covid karena kita tahu, Covid yang berkembang adalah Covid varian delta yang paling banyak,” ujar Satgas Nasional Penanggulangan Covid di Bukittinggi ini.

dr. Deddy Herman lebih lanjut mengatakan, Seluruhnya yang paling ganas itu dikatakan delta dan ada juga yang dikatakan varian delta Plus sekarang, dia sangat menular sekali. Yang artinya Virus yang lama tahun 2020 bisa menularkan satu hingga dua orang, yang varian delta, satu orang bisa menularkan untuk 10 orang atau lebih, artinya sangat sangat menular.

Angka kematiannya hampir sama dengan varian yang sebelumnya. Tapi dikatakan penularannya sangat cepat. Namun yang dikatakan untuk varian delta Plus tapi jumlahnya belum banyak, itu Angka kematiannya lebih tinggi lagi, artinya kalau yang menular, akan bisa beresiko untuk masyarakat kita yang ada di Indonesia khususnya Bukittinggi.

“Untuk kondisi Bukittinggi, dengan adanya vaksinasi massal yang kita lakukan sekarang, itu akan sangat banyak membantu, kita lihat yang datang bukan hanya dari Bukittinggi termasuk dari daerah sekitar sekeliling yaitu dari Agam, sebetulnya itu sangat baik sekali,” jelas Bapak dua anak ini.

dr.Deddy menambahkan, bahwa apa yang dikerjakan oleh Kapolres, dikerjakan Dandim dan yang dikerjakan Walikota walaupun atas perintah dari Presiden itu sangat baik sekali, karena apabila kita kerjakan untuk masyarakat Bukittinggi dan masyarakat sekeliling Bukittinggi kita bisa melakukan yang pertama, mencegah pesakitan yang berat atau kematian pada pasien- pasien yang terimbas atau terkena Covid.

“Kita tahu bahwa, banyak sekali yang meninggal karena Covid ini, kalau misalnya nanti orang tuanya yang terkena, meninggal dua duanya, tentu bebannya sangat besar terhadap keluarga yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya,” imbuh Dosen FK Unand ini.

Selain vaksinasi kita juga sudah merawat pasien pasien Covid-19 di Bukittinggi, pasien- pasien itu di rawat di RSUD Bukittinggi, RSAM Bukittinggi dengan ada dua ventilator, di RSOMH, RST, RS Yarsi dengan jumlah Rumah Sakit yang ada yaitu sudah bisa menanggulangi atau menerima pasien pasien Covid untuk Bukittinggi dan Agam.

“Namun kita masih kekurangan ventilator, walaupun ada ventilator kita 10 di RSAM, namun yang bisa dijalankan hanya dua karena keterbatasan dari tenaga,” tutup dr.Deddy Herman mengakhiri.

Related posts