Mengenal Kesenian Saluang Pauh di Sumatra Barat

  • Whatsapp

Oleh : Lhara Prosa

Kebudayaan adalah salah satu dari sistem tata nilai yang dihayati dan dianut seseorang kemudian membentuk sikap mental dan pola berfikir seseorang itu ditentukan oleh kelompok masyarakat lingkungannya. Menurut Koentjaraningrat (2000:180) mengemukakan bahwa Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dalam belajar.

Read More

Kebudayaan diciptakan oleh manusia secara terus-menerus sepanjang hidupnya karena kebudayaan tersebut mempunyai wujud yang dapat dipelajari dan tentunya suatu kebudayaan yang tidak diturunkan generasi penerusnya akan musnah begitu saja.
Oleh karena itu selayaknya kita bangsa indonesia menjaga kelestarian kesenian budaya, dimanapun kesenian itu hidup dan berkembang.

Demikian pula halnya dengan kesenian Saluang Pauah yang ada di daerah Kecamatan Pauah Kota Padang. Kelestarian kesenian Saluang Pauah harus tetap dijaga dan dilestarikan agar menjadi yang selalu diingat dan dipratekkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi satu pesan dan kesan untuk hidup bermasyarakat sebagai makhluk sosial.

Kesenian Saluang Pauah merupakan suatu corak dan ragam budaya Pauah Kota Padang yang harus dikembangkan didalam masyarakat Pauah Kota Padang.
Musik Saluang Pauah adalah alat musik yang mengiringi nyanyian dengan lagu-lagu yang berupa cerita.

Saluang Pauh adalah sejenis alat musik tiup yang terbuat dari bambu tipis (talang). Kesenian Saluang Pauah mempunyai arti tersendiri dan kebanggaan bagi masyarakat Pauah karena kesenian Saluang Pauah dianggap sebagai kesenian yang beradat karena isi dari dendang pauah ini bisa didengar oleh semua umur karena isi dendangnya berupa cerita dan nasehat-nasehat.

Jika melihat eksistensinya dalam masyarakat Pauah Kota Padang, kesenian Saluang Pauah ini sering dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti acara pernikahan “baralek”, acara turun mandi, dan acara batagak gala.

Didalam acara pesta perkawinan “baralek” kesenian Saluang Pauah di tampilkan didalam rumah tempat pesta perkawinan di adakan karena kesenian Saluang Pauah ini dianggap kesenian adat. Kesenian Saluang Pauah yang di adakan dalam Pesta Perkawinan tidak boleh ditampilkan diluar rumah tapi wajib didalam rumah.

Pemain Saluang dengan pendendang duduk dibantal besar “banta gadang” dekat pelaminan dan dikelilingi oleh penonton pria saja sedangkan penonton wanita duduk di ruang belakang atau dekat dapur. Penonton pria dan wanita tidak boleh menonton dan bergabung dalam satu ruangan karena menurut ketentuannya harus dipisah.

Pakaian yang digunakan untuk pemain Saluang Pauah dan pendendang memakai kemeja panjang dan celana dasar panjang juga memakai topi (kopiah hitam).

Selain digunakan dalam acara pesta perkawinan diadakan didalam rumah, pertunjukan kesenian Saluang Pauah juga diadakan diluar rumah seperti pertunjukan kesenian Saluang Pauah untuk acara pemuda, kesenian Saluang Pauah yang diadakan untuk mencari dana seperti dana untuk pembangunan Mushala atau dana untuk korban bencana alam dan musibah-musibah lainnya.

Sampai sekarang kesenian Saluang Pauah ini masih ada, tetapi penerus dari kesenian Saluang Pauah ini tinggal sedikit dan itupun dari generasi tua. Kalau diperhatikan generasi muda lebih menyukai dan menyenangi kesenian musik modern seperti Band dan Orgen Tunggal dan sejenis lainnya.

Kesenian Saluang Pauah ini adalah aset budaya Minangkabau yang sangat berharga bagi masyarakat Pauh Kota Padang dan sangat baik untuk dilestarikan dan dikembangkan.
Namun tidak diminati oleh generasi muda melalui Kesenian Saluang Puah ini memberikan aktivitas yang bermanfaat bagi generasi muda. Keterbatasan pemain yang ingin belajar menjadikan berkurangnya regenerasi dan pemain yang berkualitas.

Apabila hal seperti ini terus di biarkan di khawatirkan kesenian Saluang Pauah akan punah dari tengah-tengah masyarakat pendukungnya. Berdasarkan fenomena sosial yang diuraikan diatas, pewarisan kesenian Saluang Pauah dalam masyarakat Pauah Kota Padang sangat menarik untuk dikaji, penulis akan meneliti tentang bagaimana cara generasi tua mewarisi kesenian Saluang Pauah kepada generasi muda yang ada di daerah Pauah Kota Padang tersebut.

/*Penulis: Mahasiswa,Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Related posts