Mengenal Konsep Promosi Kesehatan di Masa Pandemi bersama Drg. Salvi Raini

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Promosi kesehatan itu pada dasarnya kita laksanakan dengan konsep “ABG.” ABG itu adalah A=Advokasi, kedua, Bina suasana, ketiga itu adalah Gerakan pemberdayaan masyarakat itu sendiri.

“Dalam Advokasi ini, selain kita memberikan input kepada pimpinan untuk memberikan kebijakan, tapi kita juga memberikan ilmu atau KIE kepada sasaran-sasaran kita, sesuai target,” ujar ASN yang bertugas di Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi itu, Senin (20/12/2021).

Read More

Kabid. Promosi, Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PPSDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bukittinggi, drg. Salvi Raini lebih lanjut menjelaskan, ketika mereka sudah memahami konsep. Apa itu konsep, dan apa yang akan dilaksanakan, baru kita membuat suasananya itu, sudah mendemamkan kondisi itu dan selanjutnya baru kita akan melakukan evaluasi, gerakan masyarakatnya seperti apa? Dalam perubahan perilaku dalam konsep promosi kesehatan.

“Kita harus memahami kondisi sebenarnya, sudah dimana posisi masyarakat sejauh ini, mungkin masyarakat selama ini, cukup dengan sosialisasi saja, mereka sudah bisa bergerak, dan ada juga yang sudah tersosialisasi tapi mereka belum bisa menjangkau tempat atau layanan, jadi konsepnya itu harus berubah,” jelas dokter lulusan FKG Universitas Padjajaran ini.

Pihaknya memberikan Promosi itu kepada masyarakat dengan 3 tingkatan. Pertama, bagaimana kita memberikan yang tidak tau menjadi tahu, kemudian yang sudah tahu mereka menjadi mau dan yang mau menjadi mampu. Mungkin selama ini kita mengeneralisir saja tingkatan masyarakat ini, sehingga kita cukup dengan sosialisasi saja.

“Kita sudah berharap masyarakat ini bergerak untuk mampu mendatangi layanan. Ini akan kita coba perbaiki kedepan dan kita petakan kebutuhannya setingkat mana? Dengan memahami posisi masyarakat, apa yang kita laksanakan sesuai dengan pedoman mulai dari pusat (Kementerian), kemudian dari Provinsi ataupun juga dari Dinkes sendiri. Dan diharapkan juga bisa sampai kepada kemasyarakat sesuai kebutuhan,” terang wanita lulusan Magister Manajemen itu.

Ia menambahkan, didalam pelaksanaan Dinas kesehatan sudah melakukan hal-hal itu dengan berkerjasama mengandeng berbagai media. Seperti media elektronik, Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Elsi dan sebagainya. Disamping itu juga melalui media sosial.

“Boleh jadi hampir semua Puskesmas, Unit Pelaksana Teknis (UPT) kita mempunyai media sosial, apa itu di IG, ataupun di Facebook (Fb), kemudian Dinas Kesehatan juga, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) juga punya sendiri. Disini kita menjual, apa yang kita upayakan dan harapan-harapan apa yang kita inginkan dari masyarakat dengan kita informasikan kegiatan-kegiatan dan program yang ada di Dinas kesehatan ini,” imbuh ibu tiga anak ini.

Mungkin dalam era sekarang, masyarakat sebagian masih khawatir dengan kondisi Pandemi walaupun kita melihat kondisinya sudah sangat melandai kondisi daerah Bukittinggi. Namun belum mencerminkan suasana yang persis sama dengan sebelum Covid-19.

“Perlu kita himbau lagi, saat mendengar informasi-informasi baru dengan Amikron dan segala macam. Alhamdulillah di Sumatra Barat belum ada virus itu, walaupun Indonesia sudah virus itu. Tapi yang di khawatir tingkat penularan, tapi daya letalnya atau daya mematikannya juga sangat berkurang sebetulnya. Seperti tiga orang yang ditemukan kemarin itu dampaknya tidak tidak berbahaya, gejalanya boleh dikatakan seperti Orang Tanpa Gejala (OTG) saja,” tutur ASN yang dikenal ramah itu.

Dalam pemberian promosi kesehatan, pihaknya berharap memang pemerintah itu tidak bisa bergerak sendiri harus bersinergi dengan masyarakat.

“Jadi konsep apapun yang kita berikan itu harus ditunjang oleh masyarakat itu sendiri,” Salvi mengakhiri

Related posts