Mengenang! “Sudah Setahun Lebih Covid di Indonesia” bersama dr. Ruhaya Fitrina, Sp.S (K)

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, BUKITTINGGI – Sudah setahun lebih terjadi Covid di Indonesia, terutama di Kota Bukittinggi.

Hal ini disampaikan Dir. Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr. Ruhaya Fitrina Sp.S (K) kepada Minangkabaunewscom di Ruang kerjanya, Selasa (25/5/2021).

Read More

” Kita terus mempelajari tentang Covid ini, sekarangpun kita tidak se extrim dulu lagi,” ujar Ruhaya dengan nada optimis.

Lebih lanjut dr.Ruhaya mengatakan, pemakaian Alat Perlindungan Diri (APD) bagi Nakes (Tenaga Medis) pun tidak seperti yang dulu lagi. Standar APD ini tambah lama makin maju.

” Kita tidak pakai seperti Astronot itu lagi, kita terus mempelajari, yang terpenting di wajah, dipernafasan, kemudian kontak dengan tangan dan yang lain kita pakai gaun sampai keruangan isolasipun begitu ,” jelas seorang Neurolog Ini.

Ia menambahkan, jangan takut datang untuk berobat ke Rumah Sakit, kalau memerlukan pertolongan pengobatan segera datang, tak apa- apa, karena pihak rumah sakit sudah membagi zona- zona pelayanan covid, tidak semua zona itu disamakan. Ini zonanya yellow (kuning atau ragu-ragu), ini zonanya sudah Red (merah atau covid-19), ini zonanya green (hijau atau steril)

” Jadi kita selalu anggap pasien itu tahap awal yellow (kuning) semua, baru kita pisahkan, apakah masuk ke Green (hijau) kah? atau Red ( merah) kah mereka? dari Yellow (kuning) tadi, tak mungkin kita percaya semua orang bukan? karena Covid-19 yang berbahaya itu banyak dari komunitas, orang sehat yang OTG (Orang Tanpa Gejala),” imbuh Ruhaya.

Sementara Rumah Sakit lebih aman dari paparan dan tularan Covid-19. Amannya kenapa? karena kerabat pasien tidak boleh berkunjung, atau tidak ada jam bezuk di Rumah Sakit, mana tahu yang berkunjung tersebut OTG (Orang Tanpa Gejala).

” Sementara setiap pasien yang masuk Rumah Sakit di skrining, dengan standar skriningnya, dan sudah bersifat Nasional, kalau pasien curiga maka akan masuk ke Yellow zone (kuning) , langsung dia Rapid Antigen dan kalau hasil Rapid Antigennya positif, besoknya langsung kita Swab PCR, kalau hasilnya positif, maka sipasien langsung masuk keruangan isolasi covid-19,” sambung Ruhaya.

” Kami sudah menjalankan regulasi seperti tersebut karena sudah menjadi standar nasional dan Kemenkes (Kementerian Kesehatan) Republik Indonesia secara agresif sudah membentuk protap-protap dengan profesi- profesi yang ahli di bidangnya,” tutup dr.Ruhaya Fitrina, Ahli Neurologi ini mengakhiri.

 

 

 

Related posts