MINANGKABAUNEWS.com, BUKITTINGGI – Perayaan 100 Tahun Jam Gadang tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah dan kebanggaan Kota Bukittinggi, tetapi juga momentum mengampanyekan gaya hidup sehat bagi masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan International Jam Gadang Fun Run 2026 yang dipusatkan di pelataran Jam Gadang, pada Minggu (7/6/2026), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan turut ambil bagian dengan memperkenalkan program Prolanis Muda kepada ribuan peserta.
Kegiatan yang berlangsung meriah itu menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang kini semakin rentan terhadap penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Dalam kesempatan itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji, mengatakan Prolanis Muda merupakan program yang dirancang khusus bagi peserta JKN-KIS berusia di bawah 45 tahun yang telah terdiagnosis penyakit kronis. Program tersebut hadir sebagai respons terhadap meningkatnya kasus penyakit kronis pada kelompok usia produktif.
“Penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi kini telah bergeser dan banyak ditemukan pada kalangan muda. Karena itu, momentum perayaan 100 Tahun Jam Gadang ini, kami manfaatkan untuk menggalakkan perilaku hidup sehat,” kata Setiaji dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, Prolanis Muda merupakan pengembangan dari Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang selama ini lebih banyak menyasar kelompok usia lanjut. Melalui program baru tersebut, BPJS Kesehatan ingin memastikan generasi muda tetap sehat, produktif, dan mampu mengendalikan penyakit kronis yang diderita.
BPJS Kesehatan hadir untuk memastikan generasi muda tetap produktif dan sehat sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
“Melalui semangat International Jam Gadang Fun Run 2026 ini, mari kita jadikan olahraga bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan budaya hidup sehat. Kesehatan adalah investasi terbaik yang kita miliki,” sebutnya.
Setiaji juga mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, serta aktif mengikuti berbagai program promotif dan preventif yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.
Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan Nopi Hidayat, mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 20 persen peserta program pengelolaan penyakit kronis berasal dari kelompok usia muda.
“Ini menunjukkan bahwa penyakit kronis tidak lagi identik dengan usia lanjut. Karena itu, upaya pencegahan dan pengendalian harus dilakukan sejak dini agar dampaknya tidak semakin luas,” terangnya. (*)






