MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Sebuah pengakuan mengejutkan terungkap dalam pengajian rutin gabungan Majelis Taklim Indonesia (MTI) di Kota Padang. Dr. Rahmawati, S.Ag., M.Ag., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Imam Bonjol, dengan tegas menyatakan bahwa ucapan “minal aidin wal faidzin” yang populer saat Lebaran bukanlah ayat suci Al-Qur’an maupun hadis Nabi.
“Ucapan itu sejatinya adalah ungkapan seorang penyair dari Andalusia,” ujar Dr. Rahmawati di hadapan ratusan ibu MTI yang hadir.
Pengajian rutin bulanan yang dirangkai dengan halal bi halal itu digelar dengan tuan rumah MTI Lubuk Begalung di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan senandung dzkir Asmaul Husna dan Mars MTI.
Mengusung tema “Syawal sebagai Bulan Peningkatan, Implementasi dan Pembuktian”, Dr. Rahmawati menjabarkan makna fitrah berdasarkan Surah Ar-Rum ayat 30 dan Al-A’raf ayat 172-173. “Fitrah adalah kondisi awal penciptaan, yaitu tauhid beragama Islam. Setiap anak yang dilahirkan adalah muslim,” jelasnya.
Pesan penting disampaikannya di hadapan jemaah MTI yang tampak khidmat. “Jangan sampai silaturahmi berakhir di ucapan mohon maaf lahir batin. Kita harus terus membumikan dan membudayakan meminta maaf dan memberi maaf,” tegasnya.
Dr. Rahmawati juga mengingatkan prinsip penting di bulan Syawal. “Orang paling istiqomah, bukan orang yang paling kuat puasanya,” ucapnya menggetarkan.
Sebelum ceramah utama, Ketua MTI Kota Padang, Dr. Rosniati Hakim, menyapa ketua-ketua MTI 104 Kelurahan se-Kota Padang. “Alhamdulillah hampir semuanya hadir”.
Sesuai tema, Dr. Rosniati mengajak untuk melanjutkan, meningkatkan merealisasikan Amaliah Amaliah yang sudah dilakukan di bulan Ramadan sesuai tema: Syawal bulan peningkatan, implementasi dan bulan pembuktian.
Dr. Rosniati Hakim juga mengajak agar semua kita memelihara menjaga kebersamaan kita mengajak banyak orang ke majelis ilmu dimulai dari keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar.
Acara pengajian gabungan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, dzikir asmaul husna dan Mars MTI. Kemudian ketua MTI memperkenalkan pengurus badan koordinasi Majelis taklim masjid DMI (BKMM DMI) wilayah Sumatera Barat.
Selain menghadiri acara pengajian gabungan MTI, Ketua MTI Kota Padang Dr. Rosniati Hakim juga memberikan pembinaan kepada majelis taklim, sebagai organisasi yang terhimpun di dalamnya.
Terakhir beliau selalu mendo’akan jamaah dan keluarganya yang sedang dalam keadaan sakit serta mendo’akan jamaah ataupun pengurus yang telah mendahului kita.
Terakhir semua jamaah untuk senantiasa menjaga kebersihan masjid, meramaikan masjid dengan majelis ilmu.
Sementara itu, Wali Kota Padang yang diwakili Zul Asfi Lubis menyampaikan tausiyah menarik tentang kandungan Surat Asy-Syam. “Ada tujuh sumpah untuk satu hal. Yang beruntung adalah orang yang membersihkan hatinya,” pungkasnya.
Pengajian yang berlangsung khidmat itu pun ditutup dengan salawat dan doa bersama, meninggalkan pesan mendalam bagi seluruh jemaah tentang makna sebenarnya dari bermaaf-maafan di bulan Syawal.







