MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat mengimbau remaja dan pelajar di Kota Padang untuk menghentikan kebiasaan tawuran antar pelajar. Ajakan ini disampaikan guna menghilangkan rasa dendam dan kebencian, sekaligus merajut kebersamaan serta persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.
Dalam pernyataan resminya, organisasi Islam tersebut menekankan pentingnya momentum Syawal—bulan pasca-Ramadan yang identik dengan nilai perdamaian dan maaf-memaafkan—sebagai waktu tepat untuk memperkuat silaturahim. “Mari jadikan Syawal sebagai langkah awal membangun simpul-simpul harmoni dalam perbedaan. Hilangkan ego kelompok, tumbuhkan kasih sayang, dan junjung tinggi norma agama, hukum, serta adat yang berlaku,” kata Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Buya Ki Jal Atri Tanjung.
Imbauan ini juga menyoroti kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, norma agama, dan adat istiadat setempat. Muhammadiyah mendorong pelajar untuk menyelesaikan konflik secara damai, mengedepankan dialog, serta menghindari kekerasan yang kerap memicu korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Tawuran antar pelajar di Padang sendiri telah lama menjadi persoalan sosial yang mengancam keamanan dan ketertiban. Meski data statistik tidak disebutkan secara rinci, insiden ini sering kali dipicu oleh kesalahpahaman antarkelompok atau balas dendam. Muhammadiyah menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi pelopor perdamaian, bukan penghancur masa depan.
“Kami mengajak seluruh pihak, termasuk sekolah, orang tua, dan tokoh masyarakat, bersinergi membimbing remaja menuju perilaku positif. Hanya dengan hati suci dan kesadaran kolektif, lingkungan pendidikan yang aman dan harmonis dapat terwujud,” tambah pernyataan itu.
Harapannya, gerakan ini tidak hanya mengurangi tawuran, tetapi juga memperkuat fondasi persatuan di Sumatera Barat yang multietnis dan multikultural.


