MINANGKABAUNEWS.com, BLORA — Bayangkan, setiap hari uang Rp1,2 juta mengalir masuk ke kas koperasi desa. Bukan mimpi, ini benar-benar terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sudah mulai beroperasi di Bumi Samin ini rata-rata mampu membukukan omzet sebesar Rp1,2 juta per hari. Angka yang fantastis untuk koperasi tingkat desa yang baru merintis!
Kabar menggembirakan ini disampaikan langsung oleh Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0721/Blora, Maningsun, saat ditemui di Blora, Sabtu (30/8). Dengan antusias, ia membeberkan capaian manis dari program pemerintah yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi kerakyatan ini.
“Memang ada juga yang omzetnya di kisaran Rp600 ribu, itu karena menyesuaikan dengan jenis dan stok barang yang tersedia di gerai masing-masing. Tapi rata-rata sudah menyentuh Rp1,2 juta. Ini prestasi yang luar biasa!” ujar Maningsun dengan mata berbinar.
Saat ini, dari total 295 KDKMP yang telah memiliki badan hukum di Kabupaten Blora, sebanyak 233 lokasi sudah berdiri megah. Dari jumlah tersebut, 55 di antaranya sudah bergeliat melakukan transaksi jual-beli dan menghasilkan omzet yang menggembirakan tersebut. Sementara 178 lokasi lainnya secara fisik sudah selesai dibangun, namun masih menunggu kelengkapan sarana dan prasarana serta distribusi barang dari Agrinas sebelum akhirnya ikut beroperasi.
Tentu saja, perjalanan menuju kesuksesan ini tidak sepenuhnya mulus. Maningsun mengakui bahwa ketersediaan stok barang masih menjadi kendala klasik di beberapa koperasi yang telah beroperasi. Ketika persediaan barang menipis atau bahkan habis, maka informasi harus segera disampaikan kepada pihak terkait agar segera dilakukan pengisian ulang.
“Kalau stok barang di KDKMP sudah menipis bahkan habis, harapannya bisa segera diisi ataupun dikirim. Jangan sampai pelanggan kecewa,” pintanya.
Meski begitu, semangat optimisme terus berkobar. Pemerintah menargetkan seluruh 295 KDKMP di Kabupaten Blora dapat terbangun dan beroperasi penuh pada akhir 2026. Target ini bukan isapan jempol belaka, karena pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan lahan dan mengurus perizinan bagi 62 titik yang masih belum terbangun.
“Setelah persyaratan administrasi dan lokasi dinyatakan memenuhi ketentuan, usulan pembangunan akan segera kami laporkan kepada Agrinas. Kami ingin seluruh desa dan kelurahan di Blora merasakan dampak positif dari kehadiran koperasi ini,” tegasnya.
Dengan adanya KDKMP, aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan diyakini akan semakin bergairah. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus bisa menabung dan meminjam modal usaha dengan bunga ringan. Koperasi hadir sebagai solusi, bukan sekadar tempat belanja.
Jadi, sudah siapkah Anda menyambut kejayaan ekonomi desa dari Blora? Pantau terus perkembangannya, karena ini baru awal dari kisah sukses koperasi Merah Putih yang akan mengubah wajah perekonomian pedesaan!







