Padang Fashion Summit 2025 Gabungkan Sulam Emas dan Bordir Tradisional dengan Sentuhan Modern

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Padang ke‑356, Padang Fashion Summit (PFS) tampil sebagai bagian inti dari Taste of Padang Experience, memamerkan kolaborasi teknik tradisional–modern. Desain berbasis sulam benang emas, songket, dan bordir khas Minangkabau diatribusikan kepada para desainer muda yang mengeksplorasi estetika kontemporer.

Acara fashion show ini digagas oleh Dekranasda Kota Padang dan menjadi salah satu kegiatan utama yang diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan HJK Padang ke‑356. 

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi, menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi Kota Padang ke-356. Ia juga mengapresiasi kinerja Dekranasda Kota Padang yang dinilai sukses menyelenggarakan rangkaian acara peringatan tahun ini.

“Selamat Hari Jadi Kota Padang ke-356. Terima kasih kepada Dekranasda Padang yang telah bekerja keras menampilkan karya-karya terbaik UMKM,” ujar Harneli dalam keterangannya

Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Kota Padang Ferry Erviyan Rinaldy menyebutkan, PFS ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi para pengrajin dan industri ekonomi kreatif (IKM) yang ada di Kota Padang.

“Untuk peserta lomba terdiri dari murid sekolah, perguruan tinggi dan pelaku kerajinan fashion di Kota Padang. Sementara untuk dewan juri kita menghadirkan para desainer profesional antara lain Fomalhaut Zamel, Emi Arlin dan De Irma. Bagi pemenang lomba akan menerima trophy dan tabanas,” beber Kadisnakerin Kota Padang itu.

Selanjutnya dia mengaku bangga melihat minat yang tinggi dari para desainer lokal Kota Padang dalam menciptakan busana yang memadukan unsur-unsur tradisional dan modern.

“Alhamdulillah, melalui lomba desain busana ini para desainer mempersembahkan hasil karya desain busana sesuai keindahan dan keunikan yang dimiliki Kota Padang. Semuanya bagus-bagus dan menjanjikan,” ujarnya mengapresiasi

Ia menambahkan Teknik sulam benang emas, songket, dan bordir dikontekstualkan ke desain modern agar mampu bersaing di pasaran global.

PFS menonjolkan UMKM berbasis warisan lokal sebagai daya tarik kreatif yang menyasar konsumen sadar budaya dan bertanggung jawab lingkungan.

Dia menekankan integrasi budaya dengan ekonomi kreatif guna mencapai pengakuan UNESCO sebagai UNESCO Gastronomy City.

Padang Fashion Summit bukan sekadar pertunjukan mode — ia merupakan manifestasi konkret sebuah kota yang mengintegrasikan warisan budaya dan inovasi modern untuk membangun branding global di ranah ekonomi kreatif dan gastronomi.

Related posts