MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut baik langkah strategis Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja dalam menyusun kerangka standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan dan simulasi bencana serentak bagi kabupaten/kota di wilayah pesisir barat Sumatera Barat.
“Kami telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta hingga Rp500 juta untuk penanganan kebencanaan,” ujar Fadly Amran dalam rapat koordinasi Latihan Penanggulangan Bencana (Latgulbencal) gempa bumi dan tsunami yang akan digelar serentak di daerah Pesisir Barat Sumbar.
Komandan Korem 032/Wirabraja, Brigadir Jenderal TNI Machfud, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya guna menyamakan persepsi antar pihak dalam penyusunan SOP kebencanaan yang akan dijadikan acuan bersama.
“Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan forum lanjutan yang difasilitasi oleh Gubernur bersama kepala daerah masing-masing. Setelah itu, kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD akan melaporkan hasilnya kepada kepala daerah terkait alokasi anggaran dan teknis pelaksanaan,” ujar Brigjen Machfud.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Rudi Rinaldi, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyesuaikan langkah-langkah teknis di lapangan sesuai dengan SOP yang sedang disusun bersama.
“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Simulasi serentak dan penyamaan SOP akan memperkuat kesiapsiagaan kita menghadapi potensi gempa dan tsunami. Kami juga tengah mengidentifikasi titik-titik rawan yang menjadi prioritas mitigasi,” ujar Rudi.
Ia menambahkan bahwa simulasi serentak ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem peringatan dini atau early warning system yang ada, serta pembenahan sarana evakuasi seperti shelter.
“Ini momen kita memperbaiki early warning system yang selama ini belum maksimal, sekaligus membenahi shelter-shelter yang sudah ada agar lebih siap digunakan ketika bencana benar-benar terjadi,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi tonggak penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan yang lebih terstruktur bagi wilayah pesisir barat Sumatera Barat, yang dikenal sebagai salah satu zona rawan gempa dan tsunami di Indonesia.


