Pantangan di Minangkabau yang Mengandung Makna

  • Whatsapp
Ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh : Intan Surya Kesuma

Sumatera Barat merupakan salah satu daerah di Minangkabau yang memiliki berbagai pantangan. Pantangan tersebut memiliki makna didalamnya yang membuat jika tidak dilakukan maka mendapatkan hal yang baik pula. Meski pantangan tersebut tidak dianggap masuk akal namun pantangan itu dibuat juga untuk kebaikan masyarakatnya. Kadang kita berpikir kenapa tidak boleh melanggar pantangan tersebut karena itu berguna bagai kehidupan dalam bersikap dan bertingkah laku, serta berguna bagi orang yang mematuhi pantangan tersebut yang mendatangkan kebaikan untuknya.
Bentuk pantangan tersebut bisa dalam digunakan dalam keseharian, seperti :

Read More

1. orang dulu bilang jan duduk diateh banta beko babisua ‘jangan duduk diatas bantal nanti bisulan’ pantangan itu dulunya dipercayai masyarakat namun pantangan itu dibuat dengan tujuan untuk menjadikan kita sopan dalam berprilaku, jika duduk diatas bantal dianggap tidak sopan karena bantal itu harusnya dijadikan untuk alas tidur kepala bukan untuk diduduki.

2. Jan sikek rambuik di sanjo hari ‘jangan sisir rambut dihari senja’ pantangan ini dulunya dipercayai kalau sisir rambut di hari senja maka akan dapat menolak rezeki/berkurang rezekinya. Meski pantangan itu tidak masuk akal namun bermanfaat atau memiliki makna dimana saat senja itu berdekatan dengan waktu sholat maka kita harus menghentikan segala aktivitas apapun.

3. Jan bakaco lamo-lamo beko nan dicalik dikaco tu ndak awak lai do (jangan berkaca terlalu lama karena bisa jadi yang dilihat dikaca itu setan) meski pantangan ini tidak masuk akal namun pantangan ini ternyata juga memiliki tujuan yang dimana mengajarkan kita untuk tidak angkuh atau sombong dengan diri kita akan paras yang dimiliki, jika kita berkaca terlalu lama maka ditakutkan kita merasa angkuh dan merasa cantik/ganteng yang nantinya mendatangkan kesombongan.

4. Jan duduak di muko pintu beko sandek rasaki (jangan duduk didepan pintu nanti terhambat rezeki) meski jika dipikirkan tidak masuk akal namun memiliki makna dimana jika duduk didepan pintu nantnya akan membahayakan ketika ada orang yang lewat, orang percaya pintu adalah gerbang rezeki maka jika kita duduk ataupun berdiri di depan pintu maka akan menghambat rezekinya.

5. Jan lalok mangangkang beko nyo impik dek siampa’ jangan tidur menelentang nanti di himpit setan’ pantangan ini dibuat dengan tujuan untuk menjadikan kita sopan dan beradab dalam tidur, jika kita tidur terlentang dalam Islam juga tidak baik. tidur yang baik dan benar itu adalah menyamping ke kanan.

6. Jan galak takaka tangah malam beko nyo laluan dek setan ‘jangan tertawa dimalam hari nanti diganggu setan’ pantangan ini meski tidak masuk akal namun memiliki makna dimana ketika malam hari sebaiknya jangan berisik karena dapat mengganggu waktu istirahat orang yang sedang tidur. Dan masih banyak lagi pantangan yang memiliki makna didalamnya.

Jika dilihat dalam pantangan-pantangan tersebut terdapat banyak sekali hal yang bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita. Jika kita lihat sekarang orang sudah tidak begitu peduli dengan pantangan tersebut, namun tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa orang yang percaya akan hal itu. Kalaupun dia menjauhi pantangan tersebut nantinya juga berguna dan bermanfaat pada dia, dimana dengan adanya pantangan tersebut bisa menjadikan kita orang yang memiliki sopan santun dan beradab yang baik dan orang juga akan sopan dan menghargai kita.

Di masa generasi sekarang yakni masanya generasi milineal yang dipenuhi dengan hal yang serba canggih, hal ini menyebabkan anak sekarang tidak memiliki adab yang kurang diajarkan dengan baik sehingga menjadikan anak kurang pengetahuan akan tata tertib yang harus diajarkan sejak kecil baik dalam hal yang diperbolehkan ataupun hal yang dilarang dalam agama, adat yang nantinya juga berguna sebagai bekal dikehidupannya.

Jika dilihat lagi jika orang melanggar pantangan ataupun larangan, sudah dianggap biasa atau tidak begitu menjadi permasalahan bagi orang karena dipengaruhi gaya dan budaya barat misalnya saja pada kursi atau sofa ala barat yang sekarang terdapat bantal yang dibuat untuk alas tempat duduknya meski begitu orang yang mengetahui pantangan tersebut dan mengetahui maknanya dengan baik pasti tidak akan menduduki bantal tersebut karena sudah menjadikan adab dalam kehidupannya. jadi dapat disimpulkan ambillah pantangan yang menurutmu bisa dijadikan pedoman dalam bertingkah laku, karena tidak semua pantangan itu aneh/tidak masuk akal meskipun begitu pantangan itu memiliki makna yang dibuat untuk mengatur cara kita bertingkah laku yang baik dalam hidup. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembacanya dan bisa digunakan sebagai contoh atau cara bertingkah laku, sekian terima kasih.
Wali data bappeda dan Kominfo, Wallahu ‘alam.

*/Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, UNAND

Related posts