Pasa Pabukoan Payakumbuh Dipindah ke Jalan Gambir, UMKM Tetap Didorong Tumbuh

  • Whatsapp
Walikota Payakumbuh, Zulmaeta, bersama Wakil Walikota, Elzadaswarman, melakukan kunjungan lapangan memantau kondisi ekonomi pedagang di bulan Ramadhan 1447 H. (Foto: Ist)

MINANGKABAUNEWS.COM, PAYAKUMBUH — Pemerintah Kota Payakumbuh memindahkan lokasi Pasa Pabukoan Ramadan 1447 Hijriah ke Jalan Gambir, tepatnya di area bekas Gedung Bioskop Karya. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi pelaku UMKM sekaligus menyesuaikan kondisi pusat kota pascakebakaran Pasar Utama Blok Barat.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, mengatakan pemindahan dilakukan karena Jalan Sutan Usman kini difungsikan sebagai lokasi relokasi sementara pedagang yang terdampak kebakaran. Pemerintah, menurut dia, harus mengutamakan keberlanjutan usaha para pedagang korban musibah.

Read More

“Tahun ini Pasa Pabukoan kita pusatkan di Jalan Gambir. Di Jalan Sutan Usman sudah berdiri kios sementara bagi pedagang korban kebakaran. Tentu pemerintah memprioritaskan keberlangsungan usaha mereka,” ujar Zulmaeta saat meninjau lokasi, Kamis (19/2/2026).

Peninjauan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Mereka memastikan kesiapan sarana dan penataan lokasi sebelum peresmian.

Zulmaeta menegaskan, kebijakan ini ditempuh agar aktivitas perdagangan tetap berlangsung tertib tanpa saling mengganggu. Dengan kondisi Jalan Sutan Usman yang menjadi titik relokasi, Jalan Gambir dinilai sebagai opsi paling memungkinkan untuk menampung pedagang Pasa Pabukoan.

Ia menyebut, pemerintah berupaya memberi ruang yang adil bagi seluruh pelaku usaha.

“Kita ingin pedagang korban kebakaran tetap berusaha, sementara pedagang Pasa Pabukoan juga bisa mencari rezeki di bulan Ramadan. Semua harus mendapat tempat yang layak,” katanya.

Selain mempertimbangkan aspek keadilan, pemindahan lokasi juga diarahkan untuk menciptakan kenyamanan pengunjung. Menurut dia, konsentrasi pedagang di lokasi baru diharapkan tidak mengganggu arus lalu lintas di pusat kota.

Bagi warga Payakumbuh, Pasa Pabukoan telah menjadi agenda rutin setiap Ramadan. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat tradisi berburu takjil, tetapi juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal, khususnya sektor kuliner skala kecil dan menengah.

“Ini bukan sekadar tradisi tahunan. Pasa Pabukoan adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung UMKM. Kami berharap pedagang menjaga kebersihan dan ketertiban agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Zulmaeta.

Ia juga mengingatkan pentingnya standar higienitas makanan dan minuman yang dijual. Pemerintah meminta pedagang memastikan produk yang dipasarkan aman dan layak konsumsi, mengingat tingginya mobilitas warga saat berburu menu berbuka.

“Kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi perhatian. Kita ingin masyarakat merasa nyaman dan terlindungi saat berbelanja,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Khalid Zamri, menjelaskan jumlah kios tahun ini dikurangi dibandingkan Ramadan sebelumnya. Dari total 111 kios yang disiapkan, sebanyak 91 pedagang telah mendaftar, namun pada hari pertama pembukaan baru 81 pedagang yang menempati lapak.

Menurut Khalid, pengurangan jumlah kios disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan kebutuhan penataan agar aktivitas jual beli lebih tertib. Lokasi yang digunakan, kata dia, merupakan lahan milik warga bernama Eni yang dipinjam selama bulan Ramadan.

Ia menambahkan, mekanisme pendaftaran dan pembagian kios dilakukan secara terbuka guna menjamin transparansi. Pemerintah berharap pemusatan Pasa Pabukoan di Jalan Gambir mampu menghadirkan suasana yang lebih rapi, sekaligus memperkuat dampak ekonomi bagi pelaku UMKM kuliner selama Ramadan. (aking)

Related posts