MINANGKABAUNEWS.com, SOLOK — Kamis pagi di Nagari Salayo, Kabupaten Solok, terlihat pemandangan yang mengharukan sekaligus penuh harapan. Puluhan petani berkumpul menyaksikan dimulainya program rehabilitasi lahan pertanian mereka yang hancur akibat bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
Kehadiran langsung Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menandai momentum penting bagi ribuan petani di Sumatera Barat yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan.
Sam Herodian, Staf Khusus Menteri Pertanian, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rehabilitasi fisik lahan. “Ini tentang menyelamatkan sumber penghidupan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional kita,” ujarnya dengan tegas.
Program rehabilitasi yang diluncurkan serentak di tiga provinsi – Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat – ini mengambil pendekatan bertahap. Prioritas pertama diberikan kepada lahan dengan kerusakan ringan hingga sedang agar bisa segera kembali produktif.
Bentuk bantuannya pun komprehensif: pembentukan ulang struktur lahan yang rusak, pendampingan teknis penanaman, hingga bantuan alat dan mesin pertanian modern. Semua dirancang agar sawah bisa kembali ditanami secepat mungkin.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, tidak menyembunyikan kelegaannya melihat respons cepat pemerintah pusat. Data yang dihimpun Pemprov Sumbar mencatat total kerusakan mencapai 6.451 hektare – angka yang fantastis dan memprihatinkan.
Dari luasan tersebut, 2.802 hektare mengalami kerusakan ringan, 822 hektare rusak sedang, dan yang paling mengkhawatirkan adalah 2.827 hektare dalam kondisi rusak berat.
“Program ini akan menyentuh semua kabupaten dan kota yang terdampak, tidak hanya Solok. Kami akan pastikan semua petani mendapat bantuan,” tegas Arry, memberikan keyakinan kepada para petani yang menanti giliran.
Harapannya sederhana namun fundamental: agar para petani Sumbar kembali bersemangat, dan daerah ini bisa bangkit – baik secara ekonomi maupun mental – dari luka bencana yang meninggalkan jejak mendalam di hamparan sawah mereka.






