Payakumbuh Resmikan 18 Masjid Ramah Pemudik, Musafir Jadi Ikon Singgah Nyaman

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, PAYAKUMBUH — Pemerintah Kota Payakumbuh meresmikan program Masjid Ramah Pemudik 1447 Hijriah yang dipusatkan di Masjid Musafir, Kelurahan Kubu Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Rabu (11/3/2026). Program ini menyiapkan rumah ibadah sebagai lokasi singgah yang layak bagi pelintas mudik.

Peresmian dilakukan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Devitra. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengurus masjid, serta unsur Kementerian Agama setempat.

Read More

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Hendri Yazid, Camat Payakumbuh Barat, Lurah Kubu Gadang, serta sejumlah pejabat perangkat daerah lainnya bersama jamaah Masjid Musafir.

Dalam sambutannya, Devitra mengatakan inisiatif Masjid Ramah Pemudik mencerminkan kolaborasi pemerintah daerah dan pengurus masjid dalam meningkatkan pelayanan sosial-keagamaan bagi masyarakat selama arus mudik Lebaran.

“Program ini dirancang agar para pemudik yang melintasi Payakumbuh memperoleh tempat istirahat yang nyaman, bisa beribadah dengan tenang, serta memanfaatkan fasilitas masjid secara optimal,” ujar Devitra.

Ia menilai penamaan Masjid Musafir selaras dengan tujuan program tersebut. Menurut dia, istilah musafir menggambarkan orang yang sedang dalam perjalanan sehingga masjid diharapkan benar-benar menjadi titik persinggahan yang ramah.

“Nama ini memiliki makna mendalam. Masjid diharapkan menjadi ruang singgah yang memberi kenyamanan dan ketenangan bagi para pelintas yang melakukan perjalanan jauh,” kata Devitra menambahkan.

Devitra juga menyebutkan, pada Ramadhan 1447 Hijriah terdapat 18 masjid ramah pemudik yang disiapkan pemerintah kota. Seluruh masjid itu berada di jalur utama lalu lintas sehingga mudah diakses masyarakat.

Ia berharap keberadaan masjid-masjid tersebut memberi manfaat luas sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat, bukan hanya tempat pelaksanaan ibadah ritual semata.

Sementara itu, Hendri Yazid menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bagian dari sinergi antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah dalam memakmurkan masjid serta meningkatkan pelayanan publik berbasis keagamaan.

“Masjid kini diharapkan berperan lebih luas. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga dapat menjadi lokasi beristirahat yang aman dan nyaman bagi pemudik tanpa meninggalkan kewajiban beribadah,” tutur Hendri.

Pengurus Masjid Musafir Basri Latif menyatakan kesiapan pihaknya mendukung program tersebut dengan menyediakan sarana penunjang bagi pemudik. Peluncuran program Masjid Ramah Pemudik dilaksanakan serentak secara nasional menjelang arus mudik Lebaran tahun ini. (akg)

Related posts