PB HMI Tolak Aturan Wajib Tes PCR untuk Penumpang Pesawat

  • Whatsapp
Bendera HMI (Foto. Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS — Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Arfino Bijuangsa turut menyikapi soal adanya syarat wajib tes PCR bagi penumpang pesawat. Ia menilai diwajibkannya PCR memberatkan calon penumpang.

“Harga yang dikeluarkan untuk tes PCR sangat memberatkan untuk calon penumpang, selama ini masyarakat sepertinya harus membayar dua kali lipat untuk setiap keberangkatan,” katanya.

Read More

Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI itu menceritakan pengalamannya saat melakukan perjalanan Padang-Jakarta. Untuk ke Jakarta, ia harus mengeluarkan uang sekitar 1 juta an, dan untuk membayar tes PCR sekitaran 500 ribu.

“Sangat memberatkan, apalagi hasil tes PCR hanya berlaku satu kali, pulang pergi dua kali tes,” ungkapnya.

Untuk itu, ia setuju dengan Ikatan Pilot Indonesia yang tengah menolak wajib tes PCR bagi pengguna jasa transportasi udara. Ia mendukung penuh upaya peninjauan kembali tentang aturan wajib PCR yqng tertuang dalam Surat Edara Kementerian Perhubungan tersebut.

“Saya sebagai salah seorang pengguna jasa transportasi udara sangat merasakan bagaimana memberatkannya aturan tersebut, keberatan ini pasti dirasakan oleh semuanya,” katanya.

“Semoga aturan tersebut direvisi, sehingga ada keringanan bagi penumpang pesawat ke depannya,” harapnya.

Diketahui, melalui Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 88 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019, pemerintah kembali menegaskan masyarakat yang akan menjadi penumpang pesawat harus menyertai hasil negatis tes PCR (Polymerase Chain Reaction) sebelum keberangkatan.

Related posts