Peletakan Batu Pertama Pembangunan SMAK, Wabup Mentawai Harapkan Generasi Muda Memiliki Mentalitas yang Siap Bersaing

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Persoalan Mentawai adalah persoalan mentalitas yang masih kritis, sehingga orang Mentawai mengalami kemerosotan dalam hal kemajuan. Pasalnya banyak orang Mentawai tidak berani berbuat dan minder untuk melakukan gebrakan mengolah apa yang ada.

hal ini diungkapkan Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleakek saat peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) dan pembangunan Asrama oleh Yayasan Cahaya Logos di Desa Goisooinan Kecamatan Sipora Utara Mentawai, Kamis (28/04/2022) beberapa waktu lalu saat peletakan batu pertama.

Wabup menyebutkan, mentalitas ini harus segera dirubah, sehingga pola dan paradigma lama bisa dikikis, sehingga pola lama menjadi baru. Dan Mentawai bisa bangkit dari keterpurukan selama ini.

Kortanius menceritakan bahwa selama ini orang Mentawai hanya bisa menonton karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM), masuknya perusahaan kayu di Mentawai sejak beberapa tahun silam, orang Mentawai tidak ada yang sejahtera namun oknum perusahaan semakin kaya.

Di Mentawai sejak tahun 1972 masuknya perusahaan membuat banyak konflik itu sendiri. Namun orang Mentawai tidak ada yang mengalami sejahtera, imbuh Kortanius.

“Kita orang Mentawai hanya bisa menonton, karena keterbatasan SDM. Dengan dibukanya SMAK dengan arah pendidikannya yang berbeda yang membentuk karakter dan mentalitas yang baik akan mengubah Mentawai kedepannya”, ujar Wakil Bupati.

Dengan adanya pembangunan gedung sekolah dan asrama ini, dilakukan sekaligus adanya program pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK), serta Museum dan Sanggar Seni akan berdampak baik dalam kemajuan pariwisata Mentawai, tuturnya.

Sumber daya manusia harus diupayakan, biar Mentawai kedepan bisa mandiri dan bisa menjadi pemimpin masa depan yang tangguh menghadapi perubahan, ucap Kortanius.

Peletakan batu pertama pembangunan sekolah ini turut serta perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, perwakilan Departemen Agama Bimmas Kristen dan Katolik serta hamba hamba Tuhan. (Tirman)

Related posts