Pembangunan Fasilitas Air Bersih Rampung di Pasaman dan Pasbar, PMI Sumbar tutup Program Kemanusiaan

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG – Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar secara resmi menutup Program Pemulihan Pasca Gempa Kabupaten Pasaman di Kantor Wali Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Selasa (06/12/2022).

Diketahui, sebelumnya juga dilaksanakan penutupan Program untuk Kabupaten Pasaman Barat di Kantor Walinagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat pada hari Senin (5/12) kemaren.

Read More

Dalam penutupan program tersebut, Ketua PMI Sumbar, didampingi oleh Kepala Markas PMI Sumbar, Hidayatul Irwan sebagai Koordinator Program serta Kasubdiv Posko dan Diklat Markas PMI Sumbar, Arnes Syafnil sebagai Koordinator Lapangan Program.

“Alhamdulillah kita telah menyelesaikan sebuah misi kemanusiaan untu masyarakat, yaitu pembangunan fasilitas air bersih dan distribusi school KIT”, ucap Aristo saat memberikan sambutan.

Program pemulihan ini, lanjutnya, sudah dimulai sejak bulan Agustus lalu. PMI Sumbar bekerjasama sama dengan Yayasan CARE Peduli Indonesia.

Aristo mengucapkan terimakasih kepada Donatur program, LDS Charity USA atas bantuan yang diberikan untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi pada Februari lalu. Tempat penampungan air bersih yang hancur akibat gempa, kini sudah diperbaiki melalui bantuan ini, kata Aristo.

“Terimakasih kami sampaikan kepada Yayasan CARE, PMI daerah serta masyarakat. Berkat bantuan dan kerjasama kita semua yang luar biasa, program berjalan lancar dan tepat waktu” tuturnya.

Aristo menambahkan, selain membangun 3 unit Fasilitas Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) PMI juga mendistribusikan 732 paket Perlengkapan Sekolah untuk Siswa-Siswi SD dan SMP.

PMI Sumbar juga mengadakan Pelatihan Komite Air demi keberlangsungan fasilitas AMPL kedepannya. Ia berharap bantuan yang diberikan selanjutnya dapat dijaga dan dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Senada dengan Yarid Tangdililing, Spesialis WASH Yayasan CARE Indonesia juga mengharapkan masyarakat dapat menjadi estafet bagi PMI dan Yayasan CARE Peduli Indonesia, agar bantuan tersebut dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.

“Fasilitas AMPL yang dibangun, kita design untuk pertumbuhan 15 tahun kedepan, untuk 100 keluarga/KK. Kalau bisa dikelola dalam bentuk usaha nagari, sehingga menjadi pemasukan juga untuk masyarakat”, ucap Yarid.

Bantuan perlengkapan sekolah, kata Yarid, semoga menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam belajar dan berjuang untuk menggapai cita-cita. Semoga menjadi generasi penerus bangsa yang hebat dan kelak dapat mengabdi untuk daerahnya masing-masing.

Bupati Pasaman, Sabar As yang turut mengahadiri seremonial penutupan program pemulihan ini menyatakan siap menjaga dan melanjutkan pengembangan Fasilitas AMPL yang dibangun PMI di Jorong Siparayo, Nagari Malampah, Pasaman.

Sabar mengatakan, pihaknya akan membantu proses pengaliran air bersih tersebut hingga kerumah-rumah warga.

“Mewakili masyarakat, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk donatur, PMI dan Yayasan CARE Indonesia. Kami siap menjaga dan mengelola bantuan ini dengan baik”, ucap Sabar

Sebagai Ketua PMI Kabupaten Pasaman, Sabar juga menyatakan, PMI Pasaman akan memantau terus perkembangan Fasilitas AMPL ini dan berkoordinasi dengan PMI Provinsi Sumatera Barat. (Tirman/Humas PMI Sumbar)

Related posts