Pemerintah Nagari Katiagan Optimalkan Penanganan Pendangkalan Muara dan Upayakan Ekonomi Nelayan Pulih

  • Whatsapp
Wali Nagari Endang Putra Meninjau Lokasi Pendangkalan di Muara Baratang Mandiangin.

ADVERTOROAL NAGARI KATIAGAN – Akibat pendangkalan muara Sungai Batang Mandiangin, di Nagari Katiagan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat menyebabkan ratusan kapal nelayan di daerah itu tidak bisa melaut.

Pendangkalan muara sungai ini sudah berlangsung semenjak enam bulan belakangan. Bahkan selama tiga bulan terakhir aktifitas ratusan nelayan di Nagari Katiagan itu lumpuh total.

Ratusan kapal yang biasanya digunakan nelayan untuk menangkap ikan, sekarang tidak bisa lagi melaut karena sudah terdampar dan harus bersandar di dermaga, bahkan sebagian kapal sudah berada di atas lumpur dasar sungai, karena keringnya air sungai akibat pendangkalan.

Terlihat Ratusan Kapal Nelayan Terdampar di Dermaga Akibat Pendangkalan, Rabu (04/10)

Salah seorang nelayan di nagari katiagan mijil mengaku, saat ini mereka hanya bisa pasrah, karena mereka tidak ada daya untuk mengatasi pendangkalan muara sungai tempat mereka menyandarkan kapal.

“Kami sudah tiga bulan ini tidak bisa lagi menangkap ikan, karena kapal kami tidak bisa keluar dari dermaga karena terjadi pendangkalan,” katanya.

Wali Nagari Endang Putra Bersama Seorang Nelayan Melihat Kondisi Kapal.

Hal serupa juga dikatakan nelayan lain di daerah itu  Zaiful, menurutnya jika hal ini dibiarkan oleh pemerintah, ribuan masyarakat di nagari katiagan bisa mati kelaparan, karena melaut dan menangkap ikan adalah mata pencarian satu-satunya bagi mereka.

“Kami saat ini sudah sangat ketakutan gmdan gelisah, jika ini terus berlangsung lama, mereka takut tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena matinya mata pencaharian mereka,” kata Zaiful.

Menyikapi hal itu, Penerintah Nagari Katiagan juga sudah lakukan berbagai upaya, termasung menyampaikan kondisi yang sedang dialamai nelayan katiagan, kepada pemerintah kabupaten maupun kepada pemerintah provinsi.

Wali Nagari Endang Putra Bersama Sekna di dermaga Batang Mandiangin.

Saat melakukan peninjauan ke dermaga muara batang mandiangin, Rabu kemarin Wali Nagari Katiagan Endang Putra mengatakan, bahwa permintaan untuk dilakukan normalisasi muara sungai sudah diusulkan dan disampaikan kepada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, karena wewenang sungai berada di PSDA, bahkan laporan sudah direspon dengan tinjauan lapanga, sehingga saat ini masyarakat menunggu pengerjaanya.

“Kita sudah sampaikan permohonan untuk dilakukan penanganan dan normalisasi, bahkan juga sudah kita sampaikan kepada komisi empat DPRD Sumbar Zulkenedi Said,” katanya.

Endang mengaku akan terus mengupayakan pemulihan aliran sungai dan muara. Kerena ribuan kepala keluarga bekerja sebagai nelayan dan saat ini menganggyur. Pemeritah nagari khwatir jika tidak segera diupayakan lebih 700 nelayan atau ABK akan kehilngan pekerjaan, hingga berdampak terhadap ribuan anggota keluarga mereka.

Peninjauan Lokasi Pendangkalan Muara Sungai Oleh Wali Nagari Katiagan.

Sementara itu, karena lama parkir dan tidak melaut akan berdampak buruk terhadap kondisi kapal, mesin dan alat tangkap nelayan. Pasalnya, saat ini bagian bawah beberapa kapal mulai lapuk karena terendam lumpur dan jaring atau mesin kapal juga rawan rusak.

“Kalau dibiarkan lama, kerugian nelayan akan bertambah , karena sarana penunjang dan kapal tidak bisa bergerak,” ujarnya.

Petugas Nagari akan terus melakukan pemantauan lapangan dan diskusi mencari solusi. Kondisi ini akan menjadi bencana besar, jika kedepan kapal tidak bisa melaut, pasalnya 80 persen lebih warga berprofesi nelayan.

Terlihat Kapal Nelayan Sudah Berada di Dasar Sungai yang mengering.

“Masyarakat sudah mengeluh, bahkan beberapa diantara mereka mencari lokan untuk membantu perekonomian,” sebutnya.

Dukungan berbagai pihak dibutuhkan. Pergerakan ekonomi masyarakat sudah melambat dan terancam terhenti, karena pendangkalan ini menjadi bencana bagi masyarakat. (EL)


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts