Pemko Bukittinggi Gelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana, Ini Sasarannya

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bukittinggi menggelar sosialisasi pelatihan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana bagi relawan bencana dan masyarakat, bertempat di Aula Kantor Lurah Kubu Gulai Bancah, Rabu (29/6/2022).

Kepala BPBD Bukittinggi Ibentaro Samudra, mengatakan, Pemko Bukittinggi sudah berhasil menyusun dokumen kajian resiko dan rencana penanggulangan bencana Kota Bukittinggi 2019-2023.

Read More

Ia menjelaskan, mengurangi resiko bencana dengan meningkatkan ketangguhan pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi bencana ‘The Great Bukittinggi of Resiliense’ adalah strategi untuk melindungi masyarakat Bukittinggi dalam menghadapi bencana.

“Hal itu dilaksanakan dengan tahapan kota tangguh bencana, kecamatan tangguh bencana, ketahanan bencana lingkungan kelurahan (KBLK), keluarga tangguh bencana,” jelas Ibentaro.

Pihaknya menjamin pengembangan sistem drainase berdasarkan master plan drainase Kota Bukittinggi. Konservasi dan perlindungan lingkungan untuk membangun budaya pengurangan resiko bencana.

“Melibatkan RT/RW dalam perencanaan pembangunan dan pemberian izin serta pemantauan pembangunan. Membangun karakter masyarakat berbasis keluarga untuk mengembangkan prinsip hidup sehat, saling menghargai dan bebas dari maksiat sesuai ABS SBK. Membangun gerakan kesadaran masyarakat dalam pengurangan resiko bencana,” tukas Ibentaro.

Sementara itu Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menjelaskan, penguatan kapasitas kawasan untuk pencegahan dan kesiap siagaan bagi KBLK se Kota Bukittinggi tersebut dilaksanakan, agar terciptanya budaya sadar bencana pada masyarakat. Sehingga masyarakat mampu melakukan upaya penanggulangan dini dari dampak akibat bencana.

“Kita berharap melalui pelatihan ini, masyarakat dan relawan mampu memberikan pertolongan pertama bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar yang mengalami musibah dan bencana,” jelasnya.

Ia sebut, Bukittinggi merupakan salah satu daerah rawan bencana seperti gempa, genangan air dan bencana sosial.

“Jika semua itu terjadi, para relawan dan warga yang ikut pelatihan ini, menjadi garda terdepan untuk memberikan pertolongan dalam peristiwa tersebut,” sebut Erman.

Erman menjelaskan, Bukittinggi memiliki daerah rawan banjir, karena adanya banjir kiriman. Ada tiga sungai penyebab yaitu, Sungai Batang Agam, Batang Buo dan Batang Sianok yang mengalir di Kota Bukittinggi.

“Jika infrastrukturnya tidak memadai, maka akan terjadi genangan air di saat musim hujan,” jelasnya.

Pihaknya mengajak, mari bersama-sama wujudkan Indonesia tangguh terhadap bencana.

Kegiatan ini dilaksanakan di 24 kelurahan di Kota Bukittinggi, mulai 28 Juni hingga akhir Juli 2022 mendatang. Pelatihan diikuti oleh 40 orang relawan bencana serta masyarakat  di setiap kelurahan.

Related posts