Pemko Bukittinggi Realisasikan Hibah Kepada DPC Pertuni Kota Bukittinggi

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi merealisasikan hibah dalam bentuk uang kepada Dewan Pengurus Cabang Persatuan Tuna Netra Indonesia (DPC Pertuni) Kota Bukittinggi.

Dana hibah sebesar Rp75 juta tersebut diserahkan Walikota Bukittinggi yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial, Linda Faroza, di kantor Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Kamis (16/9/2021).

Read More

Turut hadir dalam penyerahan dana hibah tersebut, Dedi Fatria, anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Penganggaran hibah kepada DPC. Pertuni dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bukittinggi Tahun Anggaran 2021 berasal dari pokok-pokok pikiran (pokir) Dedi Fatria, politisi muda yang dikenal menaruh kepedulian terhadap masyarakat penyandang disabilitas di Kota Bukittinggi ini.

Walikota Bukittinggi melalui Kepala Dinas Sosial, Linda Faroza mengharapkan dana hibah tersebut dapat dimanfaatkan DPC. Pertuni Kota Bukittinggi sebagai modal usaha ekonomi produktif sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota DPC. Pertuni Kota Bukittinggi.

Lebih lanjut Linda menyebutkan, Pertuni perlu mencari inovasi-inovasi baru dalam menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi produktif.

“Pertuni hendaknya mencari inovasi-inovasi baru, tidak hanya sekedar menjalankan usaha memijat saja, karena masih banyak kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan usaha ekonomi produktif,” terangnya dalam rilis pers.

Inovasi-inovasi baru tersebut, menurut Linda, tidak saja akan bermanfaat bagi aktivitas Pertuni sebagai organisasi, namun juga akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dari anggota Pertuni itu sendiri.

Sementara itu, Dedi Fatria mengatakan penyandang disabilitas di Kota Bukittinggi berjumlah sekitar 500 orang lebih.

“Salah satu isu yang perlu menjadi perhatian segenap pihak dalam membantu para penyandang disabilitas adalah upaya peningkatan perekonomian warga penyandang disabilitas,” jelasnya.

Hal itulah yang Ia coba wujudkan melalui penyampaian Pokirnya selaku anggota DPRD Kota Bukittinggi dengan penganggaran hibah dalam bentuk uang kepada DPC. Pertuni Kota Bukittinggi dalam APBD.

Dedi lebih lanjut menyebutkan, hibah yang diberikan kepada DPC. Pertuni Kota Bukittinggi ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bantuan modal usaha anggota Pertuni yang mayoritas menjalankan usaha layanan jasa pijat.

Menurutnya, pembentukan semacam unit usaha massage center (layanan jasa pijat terpusat), dapat menjadi salah satu solusi dalam mengentaskan persoalan keterbatasan modal usaha yang dihadapi sebagian anggota Pertuni.

“Dana hibah ini merupakan modal rintisan yang dapat digunakan oleh Pertuni membentuk unit usaha tersebut, kita berharap ke depan Pertuni dapat mempertahankan dana ini untuk keberlanjutan usaha. Mudah-mudahan tahun depan (Pertuni) sudah bisa mandiri,” pintanya.

Ketua DPC. Pertuni Kota Bukittinggi, Salnita, ungkapkan kendala terbesar yang dihadapi oleh anggota Pertuni selama ini adalah ketiadaan modal usaha dalam penyewaan tempat praktik jasa pijat.

Oleh karena itu, dana hibah Pemko Bukittinggi tersebut, sebutnya, akan dimanfaatkan untuk membuka semacam unit usaha massage, yang setiap anggota Pertuni mendapatkan kesempatan yang sama dalam hal ketersediaan tempat praktik.

Di samping penyerahan dana hibah kepada DPC. Pertuni Kota Bukittinggi, pada kesempatan yang sama, juga diserahkan piagam penghargaan Pilar-Pilar Sosial Berprestasi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM)Tingkat Kota Bukittinggi Tahun 2021 kepada Novia Rice (peringkat I) dan Elli Syafni (peringkat II).

Kemudian dilanjutkan penyerahan piagam penghargaan kepada Organisasi Sosial Terbaik Tingkat Kota Bukittinggi dan Tingkat Provinsi Sumatera Barat dari Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kota Bukittinggi, Ny. Fiona Erman Safar, yang diwakili Ketua Harian LKKS Kota Bukittinggi, Linda Faroza, kepada Panti Asuhan Aisyiah (peringkat I) dan Yayasan Al-Ma’rif (peringkat II).

Ketua LKKS Kota Bukittinggi, Ny. Fiona Erman Safar, dalam pesannya yang disampaikan oleh Linda Faroza mengharapkan kepada penerima penghargaan Organisasi Sosial Terbaik tersebut dapat mengembangkan jenis-jenis usaha produktif lainnya dalam upaya pemenuhan operasional organisasi maupun pemenuhan kebutuhan anak asuh.

Sementara, kepada Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) berprestasi, Ny. Fiona Erman Safar berpesan, agar selain mencurahkan ilmu serta pengalamannya untuk organisasi sosial dan kemasyarakatan, juga mendorong munculnya inovasi/peluang baru untuk usaha ekonomi produktif masyarakat.

Related posts