Pemko Padang Panjang Sepakati Replikasi Empat Inovasi Pelayanan Publik

Kepala Bagian Organisasi Setdako, Novi Yanti (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG PANJANG — Pemerintah Kota Padang Panjang menyepakati empat dari 21 replikasi inovasi pelayanan publik yang dibahas pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Identifikasi dan Penetapan Replikasi Inovasi JIPP Provinsi Sumatera Barat via Zoom Meeting antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB), Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumbar serta pendamping dari Universitas Andalas, Kamis (26/8/2021).

Tindak lanjutnya, hari ini, Jumat (27/8/2021), Pemko langsung mengusulkan empat replikasi Inovasi Pelayanan Publik  ke Pemerintah Provinsi melalui surat dengan nomor B/061/143/SETDAKO-PP/VIII/2021.

Read More

“Kita mengusulkan empat replikasi Inovasi Pelayanan Publik Kota Padang Panjang,” kata Kepala Bagian Organisasi Setdako, Novi Yanti, S.STP, MM.

Dikatakannya lagi, guna peningkatan pelayanan publik, Pemko berkomitmen mereplikasi inovasi pelayanan publik terbaik di Indonesia. Yakni inovasi pelayanan bernama Menyeting Gigi Emas (Mencegah Stunting dengan Gemalur, Insasi E, Bugiza, Pokmas Pejam dan Aliran) dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang akan direplikasi Dinas Kesehatan (Dinkes). Kemudian, Kelas IMUD (Ibu Muda) Puskesmas Padang Pasir dari  Pemerintah Kota Padang yang juga direplikasi Dinkes.

Sementara di bidang birokrasi, pemko mereplikasi inovasi Provinsi Riau bernama Sistem Informasi Jabatan Provinsi Riau (SI-JABPRI) oleh Bagian Organisasi Setdako serta Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 (PIKOBAR), inovasi Pemkab Pangandaran yang direplikasi  Dinas Komunikasi dan Informatika.

Keberlanjutan implementasi replikasi inovasi pelayanan publik ini, diharapkan dapat difasilitasi secara intens oleh Pemprov Sumbar dan Kemenpan RB. harap Novi. (Edi Fatra/ris)

Related posts