MINANGKABAUNEWS.COM, PAYAKUMBUH — Pemerintah Kota Payakumbuh membagikan 6.000 baglog jamur tiram kepada 40 keluarga miskin yang berisiko stunting. Program tersebut dibarengi pelatihan budidaya jamur sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Rabu (24/6/2026), menyasar keluarga penerima manfaat dari sejumlah kelurahan yang diprioritaskan berdasarkan tingkat kerentanan pangan.
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan, program itu merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan kemandirian pangan keluarga dan pengembangan usaha produktif berbasis rumah tangga.
“Ketahanan pangan dimulai dari rumah tangga. Keluarga yang mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri akan lebih tangguh menghadapi kenaikan harga pangan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu,” kata Elzadaswarman.
Menurut dia, budidaya jamur tiram dipilih karena relatif mudah dijalankan, tidak membutuhkan lahan yang luas, serta memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan. Selain itu, jamur tiram juga mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Ia menambahkan, bantuan tersebut tidak dimaksudkan sebagai bantuan sosial semata, melainkan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun usaha produktif yang dapat memberikan tambahan pendapatan secara berkelanjutan.
“Bantuan yang diberikan hari ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bantuan produktif yang kami harapkan berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga. Kelola dengan baik, ikuti pelatihan secara serius, dan jadikan ini langkah awal membangun usaha produktif keluarga,” ujarnya.
Elzadaswarman juga mengapresiasi narasumber pelatihan, Fitri Afriani, yang dinilai berhasil menunjukkan bahwa budidaya jamur tiram mampu menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga. Pengalamannya sejak masih kuliah hingga memperoleh kesempatan berbagi pengetahuan di Jepang diharapkan dapat menginspirasi peserta.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda menjelaskan, penerima bantuan merupakan keluarga miskin berisiko stunting yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Mereka berasal dari Kelurahan Talang, Napar, Taratak Padang Kampuang, dan Parambahan.
Edvidel mengatakan, penetapan lokasi penerima didasarkan pada Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Tahun 2025 yang menunjukkan wilayah tersebut masuk kategori agak rentan. Setiap keluarga menerima 150 baglog jamur tiram setelah mengikuti pelatihan budidaya selama satu hari.
“Kami berharap bantuan produktif ini mampu meningkatkan gizi keluarga sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga. Jika berkembang dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan keluarga penerima, tetapi juga masyarakat di lingkungan sekitarnya,” kata Edvidel.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh berupaya mengintegrasikan penanganan stunting, penguatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pendekatan itu diharapkan mampu melahirkan keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal. (akg)
