Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana di Agam Dikebut, Target Rehabilitasi Lahan Tahap Pertama Capai 98 persen

MINANGKABAUNEWS– Pemerintah Kabupaten Agam, terus mempercepat proses pemulihan sektor pertanian pascabencana melalui program rehabilitasi sawah dan optimalisasi lahan pertanian. Per-25 Mei 2026, realisasi rehabilitasi tahap pertama telah mencapai 98,39 persen dari total target yang ditetapkan pemerintah daerah setempat.

Bupati Agam melalui Kepala Distan, Arief Restu menyebut, rehabilitasi sawah tahap pertama difokuskan pada dua kecamatan terdampak, yaitu Palembayan dan Tanjung Raya. Dari target rehabilitasi seluas 311 hektare, sebanyak 306 hektare lahan pertanian telah berhasil dipulihkan.

“Seluruh target rehabilitasi tahap pertama diperkirakan akan rampung pada akhir Mei 2026.Dari total lahan yang telah direhabilitasi, sekitar 153,75 hektare diantaranya sudah kembali ditanami padi oleh petani,” ujar Arif Restu.

Arief menerangkan, proses rehabilitasi dilakukan melalui pola swakelola yang melibatkan kelompok tani setempat. Keterlibatan langsung para petani dinilai menjadi langkah strategis agar proses pemulihan berjalan lebih cepat sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat terdampak bencana.

Selain rehabilitasi sawah, Pemerintah Kabupaten Agam juga menjalankan program optimasi lahan pertanian. Program tersebut bertujuan meningkatkan kembali produktivitas lahan terdampak agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Dari target optimasi lahan seluas 294 hektare, saat ini realisasi pengerjaan telah mencapai sekitar 275 hektare. Sementara itu, lahan yang sudah kembali ditanami tercatat mencapai sekitar 201 hektare.

Arif Restu menyebutkan, pekerjaan optimalisasi lahan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan program lanjutan berupa optimasi lahan sawah tahap kedua dengan cakupan sekitar 93 hektare.

Program tahap kedua tersebut akan difokuskan di beberapa kecamatan, di antaranya Malalak, Palupuh, Matur, dan Ampek Koto.

“Kami telah mengusulkan tambahan program di sejumlah kecamatan tersebut dan usulan itu telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pertanian,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Agam diketahui memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp29 miliar untuk mendukung berbagai program pemulihan sektor pertanian, mulai dari rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan, hingga sejumlah program penunjang lainnya.

Melalui dukungan anggaran tersebut, pemerintah berharap lahan pertanian yang sebelumnya rusak akibat bencana dapat kembali produktif dan menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Arif Restu menegaskan, percepatan rehabilitasi dan optimalisasi lahan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya para petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah pascabencana.

“Pemulihan lahan sawah ini menjadi langkah penting agar aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal dan produktif,” ulasnya.

Related posts