Pencanangan Vaksinasi Covid -19 pada 1 Februari 2021 Lalu, Ini Kata Direktur Pelayanan Medik, dr. Ruhaya Fitrina, Sp.S (K)

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, BUKITTINGGI – Pelaksanaan Vaksinasi Covid- 19 di Rumah Sakit Otak Dr.Drs.Mohammad Hatta (RSOMH) Bukittinggi, secara nasional sudah diatur oleh kementerian kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan Dir. Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr. Ruhaya Fitrina Sp.S.(K) didampingi oleh Tim Vaksinasi Covid-19, dr.Genta kepada Minangkabaunewscom diruang kerjanya, Selasa (25/5/2021).

Read More

” Kita mengacu kepada Satgas (Satuan tugas) Covid-19 daerah di Sumatra Barat, turunannya Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten /Kota, masing-masing. Jadi Rumah Sakit dimanapun berada hanya sebagai mediator pelaksana, sedangkan distribusi vaksin itu dari Dinkes (Dinas Kesehatan),” terang dr. Ruhaya.

Lebih lanjut dr. Ruhaya mengatakan, pencanangan Vaksinasi ini mulai pada 1 Februari 2021, pencanangannya oleh Dirut RSOMH Bukittinggi, Dr.dr.M.Alsen Arlan, Sp.B KBD, MARS karena regulasi Covid -19 sudah bersifat nasional.

” Kita mempunyai 10 orang tenaga Vaksinator, yang sudah dilatih oleh tim vaksinasi pusat dan propinsi dari Satgas Covid -19, pelatihan dilaksanakan melalui zoom meeting selama tiga hari, pesertanya terdiri dari dokter umum dan perawat senior,” jelas Ruhaya.

Ia menambahkan, pada tahap awal Nakes (Tenaga Kesehatan) yang di Vaksin di RSOMH, kemudian sesuai dengan koordinasi dari Dinkes (Dinas Kesehatan) Bukittinggi dilanjutkan dengan Lansia, pelayanan publik, Guru-guru, yang kuotanya sudah ditentukan oleh Dinkes Kota Bukittinggi.

“Aturan pemberian vaksin sudah di susun secara standar oleh kementerian kesehatan melalui koordinasi dengan dokter- dokter ahli di bidangnya. Pemberian vaksin di atur melalui 4 meja, yang paling penting adalah meja skrining, untuk menentukan kelayakan si penerima vaksin tersebut. Dalam dalam kasus Neurologi sudah tidak banyak restriksi terhadap pemberian vaksin. Pada tahapan skrining vaksin yang menjadi perhatian khusus kalau calon penerima vaksin dalam kondisi penyakit akut,” imbuh dr. Ruhaya dan juga seorang Neurolog.

Untuk vaksinasi tahap I Nakes sudah 100 persen terlaksana dan untuk tahap dua baru 93 persen.

Himbauan dari pihak Rumah Sakit, mari kita sukseskan vaksinasi, jangan takut untuk bervaksin, karena lebih banyak untungnya dari pada ruginya.

Related posts