Penertiban PKL Pasar Raya Barat Kota Padang Ricuh. Ini Kata Kasat Pol PP;

  • Whatsapp

Minangkabaunews.com, PADANG – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) Kawasan Pasar Raya Barat diwarnai kericuhan. Upaya penertiban yang dilakukan petugas gabungan Satpol PP bersama Tim SK-4 Kota Padang mendapat perlawanan dari para PKL yang tidak terima lapaknya di bawa petugas.

Chandra Eka Putra, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang mengatakan, Sesuai Keputusan Walikota 438 tahun 2018 tentang lokasi dan jadwal pedagang kaki lima kawasan Pasar Raya Padang, bahwa di sepanjang Jalan Pasar Raya Barat hingga Permindo, PKL diperbolehkan mengelar dagangannya pada Pukul 15.00 WIB. Sebelum jam tersebut tidak di bolehkan.

Read More

Namun saat tim gabungan melakukan pengawasan sekira Pukul 11.30 WIB, sebahagian PKL sudah mulai mengelar dagangannya, jika di biarkan tentu akan berdampak kepada PKL lainnya dan membuat pasar raya kembali semrawut.

“Sebelumnya, dinas perdagangan dan anggota yang di BKO kan di pasar tersebut sudah melakukan peneguran, namun tidak di indahkan, maka terpaksa kita lakukan penertiban dan menyita sejumlah barang-barang milik PKL untuk di jadikan barang bukti,”kata Chandra Eka Putra, Kasat Pol PP Padang. Sabtu (23/03/2024).

Saat penertiban, sempat terjadi tarik-menarik antara petugas dengan PKL dan terjadilah penyerangan ke petugas yang sedang melakukan penertiban.

“Ada satu orang yang kita coba amankan karena diduga sebagai provokator saat melakukan penertiban dan PKL lainnya juga ada yang menaiki kendaran operasional petugas, dengan tujuan untuk menurunkan kembali barang-barang yang sudah kita amankan untuk di jadikan barang bukti dan ada juga yang melakukan pelemparan kepada petugas dengan batu, bahkan ada juga yang berupaya memukul petugas dengan helem, untung tidak ada yang kenak,”tambah Chandra.

Selain itu, Kasat Pol PP Padang sangat  menyayangkan penyerangan tersebut sampai terjadi, padahal semua PKL sudah mengetahui aturan berjualan di kawasan pasar raya barat tersebut.

“Kita berharap, PKL Pasar Raya Barat hingga Permindo tetap mematuhi aturan sesuai dengan surat keputusan Walikota nomor 438 dan kami Satpol PP tetap tegak lurus dalam aturan, jika masih ada yang ditemukan melanggar, maka akan tetap dilakukan penertiban,”tegas Chandra.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts