Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekola Terhadap Kinerja Guru

  • Whatsapp
Azila Khairi, Berlian Karelina Hendri, Hj. Demina, M.Pd
Azila Khairi, Berlian Karelina Hendri, Hj. Demina, M.Pd

Oleh: Azila Khairi, Berlian Karelina Hendri, Hj. Demina, M.Pd

Kepemimpinan Kepala Sekolah

Read More

  1. PengertianKepemimpinan

Kepemimpinan merupakan terjemahan dari kata leadership yang berasal dari kata leader. Pemimpin (leader) ialah orang yang memimpin, sedangkan pimpinan adalah jabatannya. Menurut Cowley dalam Wahjosumidjo (2013: 40) “leader is one who succeeds in getting others to follow him” maksudnya adalah seorang pemimpin adalah orang yang berhasil menggerakan orang lain sehingga secara sadar orang tersebut mau melakukan apa yang di kehedakinya. Stephen Robbin 2001 (dalam Demina, 2018: 56)  mengartikan kepemimpinan sebagai “leadership as ability to influence a group toward the achievement goals”. Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi kelompok untuk dapat mencapai tujuan, sehingga kepemimpinan lebih menekankan pada sejauh mana seorang pemimpin memiliki kemampuan dalam mempengaruhi para bawahan untuk dapat bersama-sama dalam mencapai tujuan yang ditentukan. Jika dikaitkan dengan kependidikan maka kepemimpinan pendidikan adalah suatu kemampuan untuk mendorong atau mempengaruhi dalam lingkup penyelenggaaraan pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. (Demina.dkk, 2018: 56)

Menjadi seorang pemimpin bukan lah hal yang mudah. Banyak kompetensi yang harus dimiliki seorang pemimpin. Duncan 1980 (dalam Demina, 2018: 58) menyatakan pentingnya kompetensi yang harus dimiliki dan dibangun oleh seorang pemimpin, sehingga dapat dipercaya oleh pengikutnya. Terdapat beberapa kompetensi yang harus pemimpin miliki diantaranya adalah Kompetensi teknis, yaitu kemampuan khusus yang diperlukan manajerial yaitu kemampuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Kedua, Kompetensi sosial, yaitu kemampuan dalam berinteraksi dengan pihak lain. ketiga, Kompetensi strategik, yaitu kemampuan untuk melihat jauh ke depan, sehingga dapat merumuskan kebijakan yang bersifat strategik. Keempat, Kompetensi etika, yaitu kemampuan melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan pertimbangan etika dan moral. Jika seorang pemimpin memiliki keempat kompetensi tersebut, maka sebenarnya ia telah menanamkan rasa percaya pada pengikutnya.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakan, mengarahkan, mengkoordinasi, serta membujuk orang lain/anggota suatu kelompok/organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

  1. KepalaSekolah

Kepala sekolah ialah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan peserta didik yang menerima pelajaran (Wahyosumidjo 2013: 83). Mulyasa (2013: 42) berpendapat “kepala sekolah adalah orang yang diberi tanggung jawab untuk mengelola dan memberdayakan berbagai potensi masyarakat serta orang tua untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah.”

Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan tingkat satuan pendidikan, yang harus bertanggung jawab terhadap maju mundur dari sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah juga dituntut untuk memiliki berbagai kemampuan, baik yang berhubungan dengan masalah manajemen maupun kepemimpinan agar dapat mengembangkan dan memajukan sekolahnya. Hicks dan Gullet dalam Wahyosumidjo (2013: 107) berpendapat “kepala sekolah harus dapat berperilaku adil terhap orang-orang yang menjadi bawahannya, sehingga tidak terjadi diskriminasi, sebaliknya dapat diciptakan semangat kebersamaan di antara mereka yaitu guru, staf, dan para siswanya.

Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin harus dapat mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru, staf, dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing, serta memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru, staf, dan siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan (Wahyosumidjo, 2013: 105). Sukses tidaknya pendidikan dan pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepala sekolah yang berkaitan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya.

  1. Kepemimpinan Kepala Sekolah

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan upaya yang dilakukan dan hasil yang dapat dicapai oleh kepala sekolah dalam mengimplementasikan manajemen sekolah untuk mewujudkan tujuan pendidikan secara efektif dan efisien, produktif, dan akuntabel (Mulyasa2013:17).Berdasarkan pendapat tersebut kepala sekolah harus menjadi seorang pemimpin yang mempunyai kemampuan manajemen yang baik untuk dapat mengelola sekolah secara keseluruhan dan selalu berupaya meningkatkan mutu pendidikan.

Lebih lanjut Mulyasa (2013: 90) menjelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Untuk mencapai visi dan misi pendidikan, dibutuhkan sebuah kepemimpinan kepala sekolah yang efektif sebagai pimpinan tertinggi dalam dalam lingkungan sekolah.

Keefektifan yang dimaksud dapat dilihat dari kemampuan kepala sekolah dalam memberdayakan seluruh potensi yang ada di sekolah dengan optimal, sehingga guru, staff, dan pegawai lainnya yang terlibat dalam pencapaian tujuan sekolah.

Fungsi kepemimpinan kepala sekolah menurut Bass dan Avolio (Husaini Usman, 2008: 323) terdapat 5 dimensi pokok dalam fungsi kepemimpinan.

  1. Iidealized Influence, yaitu kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki idealisme yang tinggi, visi yang jelas, dan kesadaran akan tujuan yang jelas. Kepala sekolah memiliki visi pendidikan yang memahami tujuan sekolah dan mampu mewujudkannya. Fungsi ini mendatangkan rasa hormat (respect) dan percaya diri (confidence) dalam diri para guru, pegawai, dan warga sekolah lainnya.
  2. Inspirational Motivation, yaitu fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang mengilhami dan selalu memberikan semangat kepada para guru, pengawai, dan semua warga sekolah lainnya untuk berprestasi. Fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang mampu menempatkan diri sebagai orang yang patut diteladani. Fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang mengunakan prinsip kebersamaan dalam menangani beban tugas. Fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang mampu mengekspresikan harapan-harapan yang jelas dan mendemonstrasikan komitmen terhadap pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
  3. Intellectual stimulation, yaitu fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang mengarahkan para guru, pegawai, dan warga sekolah lainnya dengan selalu menggunakan pertimbangan rational. Fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang selalu mendorong dan membuka peluang timbulnya kreativitas dan inisiatif baru, ide-ide baru dan cara-cara baru dalam mengerjakan sesuatu.
  4. Individualized consideration, yaitu kepemimpinan kepala sekolah yang memberikan fokus perhatian pada individu dan kebutuhan pribadinya. Fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang mampu mendengarkan dengan seksama dan membuat pertimbangan berdasarkan kebutuhan dan potensi untuk mengembangkan kinerja, prestasi, dan karir para guru, pegawai, dan warga sekolah lainnya.
  5. Charisma yaitu kepemimpinan kepala sekolah yang mempengaruhi para pengikutnya dengan ikatan-ikatan emosional yang kuat sehingga menimbulkan rasa kagum dan segan kepada pribadi pemimpinnya, mampu membangkitkan motivasi yang kuat untuk selalu bekerja keras, kesadaran akan kehidupan berorganisasi, menghormati dan merasa memiliki dan merasa bertanggung jawab terhadap organisasi.

Kepala sekolah merupakan penggerak utama semua proses pendidikan yang berlangsung di sekolah. Karena itu fungsi kepemimpinan kepala sekolah harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan kelima aspek dalam fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang transformational. Hal ini akan menjadi pendorong utama pemberdayaan para guru dan pegawai untuk berkinerja tinggi dan membawa perubahan budaya sekolah menuju kualitas yang lebih baik.

  1. Kinerja Guru
  2. Pengertian Kinerja Guru

Supardi (2013:19) mengemukakan bahwa kinerja guru merupakan kemampuan dan keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran. Lebih lanjut Husdrata dalam Supardi (2013: 54) berpendapat bahwa kinerja guru dalam pembelajaran menjadi bagian terpenting dalam mendukung terciptanya proses pendidikan secara efektif terutama dalam membangun sikap disiplin dan mutu hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, guru sangat menentukan mutu pendidikan, berhasil tidaknya proses pembelajaran, dan tercapai tidaknya tujuan pendidikan dan pembelajaran.

Kinerja guru mempunyai spesifikasi tertentu. Kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesifikasi atau kriteria kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru. Berkaitan dengan kinerja guru, wujud perilaku yang dimaksud adalah kegiatan guru dalam proses pembelajaran. Berkenaan dengan kinerja guru, UU Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 39 ayat (2), menyatakan bahwa pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. (UU RI: 2003).

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 41 tahun 2007, memberikan pengertian kinerja guru adalah prestasi mengajar yang dihasilkan dari aktivitas yang dilakukan oleh guru dalam tugas pokok dan fungsinya secara realisasi konkrit merupakan konsekuensi logis sebagai tenaga profesional bidang pendidikan. (Permendiknas: 2007).

Pengertian kinerja guru menurut Burhanudin, mengemukakan bahwa kinerja guru adalah gambaran kualitas kerja yang dimiliki guru dan termanifestasi melalui penguasaan dan aplikasi atas kompetensi guru. (Burhanudin: 2007).

Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa Kinerja Guru adalah merupakan kemampuan dan keberhasilan dari seorang guru dalam melaksanakan proses tugasnya secara efektif dan efisien terutama dalam membangun sikap disiplin dan mutu hasil belajar peserta didik.

  1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Guru

Menurut Cambel (dalam Burhanudin), faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru (Burhanudin: 2007) adalah:

  1. Faktor personal/individu, meliputi: pengetahuan, keterampilan, (skil), kemampuan, kepercayaan diri, motivasi dan komitmen yang dimiliki oleh setiap individu.
  2. Faktor kepemimpinan, meliputi: kualitas dalam memberikan dorongan, semangat, arahan dan dukungan yang memberikan manajer dan Team Leader.
  3. Faktor tim, meliputi: kualitas dukungan dan semangat yang diberikan oleh rekan dalam satu tim, kepercayaan terhadap sesame anggota tim, kekompakkan dan keeratan anggota tim.
  4. Faktor sistem, meliputi: sistem kerja, fasilitas kerja, atau infrastruktur yang diberikan oleh organisasi, proses organisasi, dan kultur kinerja dalam organisasi.
  5. Faktor kontekstual (situasional), meliputi: tekanan dan perubahan lingkungan eksternal dan internal.
  6. Tujuan Penilain Kinerja Guru

Dalam hal ini Suprihanto mengemukakan bahwa tujuan penilaian Kinerja Guru sebagai berikut (Suprihanto: 2000) :

  1. Untuk mengetahui keadaan keterampilan dan kemampuan setiap pegawai secara rutin.
  2. Untuk dipergunakan sebagai dasar perencanaan bidang personalia, khususnya penyempurnaan kondisi kerja, peningkatan mutu kerja dan hasil kerja.
  3. Dapat digunakan sebagai dasar pengembangan dan pendayagunaan pegawai seoptimal mungkin sehingga antara lain dapat diarahkan jenjang kariernya atau perencanaan karier, kenaikan pangkat dan kenaikan jabatan.
  4. Mendorong terciptanya hubungan timbal balik yang sehat antara guru dan atasan.
  5. Mengetahui kondisi sekolah secara keseluruhan dari bidang personalia khususnya kinerja pegawai.
  6. Secara pribadi bagi pegawai dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan masingmasing sehingga memacu perkembangannya. Sebaliknya bagi atasan yang menilai akan lebih memperhatikan dan mengenal bawahannya sehingga dapat memotivasi bawahannya.
  7. Hasil evaluasi kinerja dapat bermanfaat bagi penelitian dan pengembangan di bidang personalia secara keseluruhan. Berdasarkan uraian di atas.
  8. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru

Menurut Mulyasa (2009 : 90) berpandapat bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah, Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya dapat meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan keberhasilan ketercapaian tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.

Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana (Mulyasa 2004 : 25).

Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi yang sangat berpengaruh dan menentukan kemajuan sekolah harus memiliki kemampuan administrasi memiliki komitmen tinggi dan luwes dalam melaksanakan tugasnya. Kepemimpinan kepala sekolah yang baik harus dapat mengupayakan peningkatan kinerja guru melalui program pembinaan kemampuan tenaga kependidikan.

Dalam pelaksanaan tugas mendidik, guru memiliki sifat dan perilaku yang berbeda, ada yang bersemangat dan penuh tanggung jawab dan ada juga guru yang dalam melakukan pekerjaan itu tanpa dilandasi rasa tanggung jawab, selain itu juga ada guru yang sering membolos, datang tidak tepat pada waktunya dan tidak mematuhi perintah. Kondisi guru seperti itulah yang menjadi permasalahan di setiap lembaga pendidikan formal. Dengan adanya guru yang mempunyai kinerja rendah sekolah akan sulit untuk mencapai hasil seperti yang diharapkan

Oleh karena itu kepala sekolah harus mempunyai sifat dan keterampilan untuk memimpin sebuah lembaga pendidikan. Dalam perannya sebagai seorang pemimpin kepala sekolah harus dapat memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang-orang yang bekerja sehingga kinerja guru selalu terjaga.

KESIMPULAN          

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Sedangkan Kinerja Guru dalam pembelajaran merupakan bagian terpenting dalam mendukung terciptanya proses pendidikan secara efektif terutama dalam membangun sikap disiplin dan mutu hasil belajar peserta didik. Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana

SARAN

Demikianlah artikel ini penulis buat, tentu dalam penulisannya masih jauh dari kesempurnaan. Dan semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan pembaca dan diharapakan kritik yang mendukung dari pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Burhanudin, Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan. Bumi aksara,        Jakarta, 2007.

Demina dan Rahmi Fitria. (2018). Literasi Dan Inovasi Dalam Meningkatkan Kompetensi             Kepemimpinan Pendidikan. Batusangkar, 2018.

Husaini Usman. (2008). Manajemen, teori, praktik, dan riset pendidikan. Jakarta: Bumi      Aksara

Mulyasa,E. (2006). Menjadi Kepala sekolah Profesional. Bandung: Remaja Rosda karya

Sekretariat Negara RI, Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk           Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta,   2007.

Sekretariat Negara RI, Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang        Sistem Pendidikan Nasional, Sekratariat Negara RI, Jakarta, 2003

Wahdjosumidjo. (2003). Kepemimpinan kepala sekolah: Tinjaun teoritik dan          permasalahannya. Jakarta: RajaGrafindo.

/* Penulis adalah Mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, IAIN Batusangkar

Related posts