Pengaruh Pembelajar Daring Terhadap Minat Belajar Siswa

  • Whatsapp
belajar daring
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh:   Dr. Hj. Demina, M.Pd, Firman, M.Pd.I, Rahmi Nabila, Siska Yuwelmi

Pembelajaran online mulai dilaksanakan semenjak adanya wabah virus covid 19 masuk ke indonesia. Pada masa pandemi covid 19 ini biasanya siswa belajar di sekolah sekarang sudah dialihkan dengan belajar dari rumah. Meskipun belajar dari rumah siswa tetap berlajar seperti di sekolah. Pembelajaran daring dilaksanakan melalui berbagai media seperti zoom, google classroom, goole meet, kahoot dan lain sebagainya. Pada saat pembelajaran dari rumah siswa juga diberikan materi seperti belajar di sekolah yang berbeda hanya jam belajarnya saja untuk yang lainnya masih sama. Pembelajaran daring dijadikan solusi pembelajaran jarak jauh Seperti yang terjadi saat ini ketika pemerintah menetapkan kebijakan social distancing. Social distancing diterapkan oleh pemerintah dalam rangka membatasi interaksi manusia dan menghindarkan masyarakat dari kerumunan agar terhindar dari penyebaran virus covid 19.

Read More

Pemerintah menganjurkan seluruh siswa-siswa untuk belajar di rumah di bawah pengawasan orang tua. anak tetap belajar, dengan menggunakan metode yang dibuat oleh guru. Untuk menggunakan media pada saat pembelajaran daring ini tergantung pihak sekolah menggunakan media apa, ada beberapa sekolah yang menggunakan media Zoom dan ada juga yang menggunakan media Google Meet untuk melakukan pembelajaran daring bersama siswa. Untuk media Google Form biasanya digunakan sebagai alat untuk mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas. Meskipun belajarnya dengan pembelajaran daring tetapi siswa juga tetap semangat tidak mengeluh dan juga tidak bosan, tetapi ada kalanya siswa bosan dengan pembelajaran ini tapi harus diikuti oleh siswa karena jika tidak mengikuti pembelajaran daring dianggap tidak masuk sekolah. Pembelajaran daring tidak berbeda dengan pembelajaran seperti di sekolah, tugas juga masih ada akan tetapitidak seperti pada waktu belajar di sekolah hanya saja dikurangi sedikit beban tugasnya. Siswa juga tetap mengerjakan tugas yang diberikan gurunya untuk dikerjakan sebagai pengambilan nilai setiap hari. Dilihat juga dari kondisi dan situasi pada saat itu jika memungkinkan untuk diberikan tugas bisa diberikan tugas yang sesuai dengan materi jika tidak memungkinkan maka tidak diberikan tugas karena jika siswa kurang paham terhadap tugas yang diberikan guru siswa tersebut merasa jenuh. Siswa juga harus memperhatikan guru pada saat memberikan materi kepada siswa, agar siswa mengetahui materi apa yang akan diterima pada waktu pembelajaran tersebut, bisa juga dicatat agar tidak lupa. Pembelajaran daring yang diterapkan lebih cenderung dalam bentuk tugas.

Siswa diberikan tugas-tugas untuk diselesaikan kemudian dikoreksi oleh guru sebagai bentuk penilaian serta diberikan saran sebagai bentuk evaluasi. Pada saat proses pembelajaran daring ini siswa didampingi oleh orang tua dalam menggunakan teknologi saat proses pembelajaran akan tetapi Ada juga yang tidak di dampingi oleh orang tua dikarenakan bekerja atau kesibukkan lainnya dan siswa tetap melakukan proses pembelajaran daring sendiri, hal ini sangat di khawatirkan jika siswa memakai teknologi untuk hal-hal yang kurang baik.

Kemudian di dalam pembelajaran daring peserta didik juga memiliki beberpa kendala seperti, jaringan yang tidak mendukung, paket internet yang tidak cukup bahkan sebagian peserta didik juga terkendala dengan biaya pembelian paket internet. Selama kondisi covid 19 ini, banyak orang tua siswa yang dihentikan bekerja, sehinnga kondisi ekonomi sangat kritis. Pembelajaran daring sebagian besar membuat motivasi belajar siswa menurun , hal ini mulai dari semangat membaca maupun mengerjakan tugas yang diberikan guru, kemudia motivasi siswa untuk belajar juga menurun  karena selama kovid siswa tidak bisa diskusi maupun saling berbagi secara langsung . pembelajaran daring juga membuat siswa kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan guru.

Perubahan pola belajar dan mengajar tentu tak akan pernah terlepas dari peran guru, terlebih berubah ke pola pembelajaran daring. Durasi waktu yang diberikan guru kepada siswa ini selama melakukan pembelajaran daring ini cukup berbeda-beda. Ada yang durasi waktunya 3 jam pembelajaran dengan jeda untuk istirahat 30 menit, ada yang kondisional sesuai dengan kondisi siswa dan juga tidak memberatkan siswa, dan ada juga yang 2 pembelajaran jam diberikan waktu istirahat juga selama 30 menit. Guru memberikan materi pada saat pembelajaran daring menggunakan video animasi yang sesuai dengan materi yang diberikan oleh guru dan juga berupa Power Point (PPT) berisikan materi yang sesuai dengan pembelajaran daring berlangsung. Selama pembelajaran daring guru tidak terlalu menuntut memberikan tugas kepada siswa hanya saja diberikan latihan-latihan soal yang sesuai dengan materi berlangsung. Dan ada juga salah satu guru yang memberikan tugas kepada siswa dengan diberikan waktu selama 1 minggu untuk mengerjakan tugas tersebut. Setelah 1 minggu tugas selesai pihak orangtua datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas tersebut agar diberi nilai oleh guru.

Media yang digunakan pada saat pembelajaran daring itu mulai dari Zoom, Google Meet, sudah terlaksana dengan baik. Tetapi kadang kala terkendala dengan sinyal internet siswa. Dan juga menggunakan Google Form untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan untuk mengerjakannya tetap dibantu oleh orang tuanya dirumah sebagai pengawasan anak-anak pada saat pembelajaran daring berlangsung.  Minat belajar adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk keberhasilan belajar yang dimiliki siswa, minat muncul dari dalam diri siswa itu sendiri. Faktor dari luar minat belajar yaitu bagaimana cara guru tersebut mengajar. Peran guru sangat penting untuk menumbuhkan minat belajar siswa salah satu dengan cara mengejar yang menyenangkan, memberikan motivasi yang membangun. Minat belajar juga dapat diartikan yaitu adanya perasaan tertarik dan juga senang untuk belajar, adanya partisipasi yang aktif, adanya kecenderungan untuk memperhatikan dan daya konsentrasi yang besar, memiliki perasaan positif dan kemauan belajar yang terus meningkat, adanya kenyamanan pada saat belajar, dan dimilikinya kapasitas dalam membuat keputusan sekaitan dengan proses belajar yang dijalaninya. Cara untuk menumbuhkan minat belajar siswa yaitu memberikan video animasi yang menarik agar siswa itu tertarik pada pembelajaran yang sedang berlangsung. Dan dalam pembelajaran daring juga menyampaikan motivasi belajar dan semangat untuk belajar meskipun menyapa hanya secara virtual.

Guru selalu memperhatikan siswa, Siswa yang kurang paham tentang materi pembelajaran. guru dengan murah hati mengulang kembali pembelajaran tersebut sampai siswa memahami pembelajaran tersebut.

Cara guru meningkatkan minat belajar siswa yaitu,

  1. Memberitahukan tujuan pembelajaran atau menyusun tujuan pembelajaran yang sesuai dengan keadaan siswa.
  2. Membuat persetujuan antara materi pembelajaran dengan kehidupan akademik siswa dan yang mudah dipahami oleh siswa.
  3. Dengan menunjukkan relevansi materi mengajar dengan kehidupan profesional siswa, yang diketahui oleh siswa.
  4. Dengan menyoroti berbagai penerapan pengetahuan dan keterampilan di dunia nyata yang diketahui oleh siswa.
  5. Guru dapat menghubungkan pembelajaran dengan minat pribadi siswa.
  6. Memberikan kebebasan bagi siswa untuk membuat keputusan atau pilihan dan tidak memberatkan siswa.
  7. Guru dapat menunjukkan gairah dan sikap antusias untuk meningkatkan minat belajar siswa agar siswa tidak mudah bosan pada waktu pembelajaran (Ricardo & Meilani, 2017).

Siswa yang mempunyai minat terhadap pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh karena mereka menyukai pelajaran tersebut sehingga menjadi daya tarik, sehingga dapat didefinisikan bahwa minat belajar merupakan        suatu keadaan yang menunjukkan kecenderungan perhatian atau tertarik terhadap suatu pelajaran tertentu. Pembelajaran daring ini berpengaruh terhadap minat belajar siswa dikarenakan pembelajaran yang berbeda dari pembelajaran kelas. Jika pembelajaran dikelas kalau siswa minat belajarnya sudah turun dan tidak semangat lagi, biasanya guru memberikan motivasi agar siswa bersemangat lagi.

Guru juga mempunyai perbedaan dalam meningkatkan minat belajar siswa, bisa juga dengan cara selalu memotivasi siswanya agar tidak putus asa, tidak mudah bosan pada saat pembelajaran berlangsung. Kelebihan dalam pembelajaran daring adalah masih bisa belajar meskipun di rumah yang biasanya disebut Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun juga memiliki kekurangn sepeti tidak bisa memantau siswa secara langsung, tidak bisa bertatap muka secara langsung, tidak bisa mengetahui karakter yang dimiliki oleh siswa, dan ada juga pemberian materi yang kurang efektif serta keterbatasan waktu pemberian materi.

Pada masa pandemi ini pembelajaran daring dilakukan dirumah dan siswa pada saat melaksanakan pembelajaran daring ini tidak semua orang tua yang bisa mendampingi anaknya melakukan pembelajaran daring karena ada orang tua yang bekerja. Orang tua tidak mengalami kesulitan pada saat mendampingi anaknya melakukan proses pembelajaran daring dan juga memaklumi dengan adanya pembelajaran daring. Pembelajaran daring ini sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa karena proses belajar yang berbeda. Ada kemungkian besar siswa menjadi malas atau tidak mau mengikuti pembelajaran daring yang sudah dijadwalkan oleh pihak sekolah, karena keinginan untuk bermain HP. Ada pula orangtua yang sesekali tidak memaksa anaknya untuk mengikuti pelajaran daring dari awal hingga akhir. Anak juga sering mengalami kebosanan dikarenakan hanya bertemu dengan teman-teman dan gurunya melalui media virtual atau biasanya menggunakan Zoom atau Google Meet tidak bertemu secara langsung.

Adanya bentuk penugasan via daring justru dianggap menjadi beban bagi sebagian siswa dan orang tua. Bagi siswa dan orang tua yang belum pernah mengenal gadget akan kebingungan dan akhirnya tidak menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Hal seperti ini biasanya terjadi pada siswa pada tingkat sekolah dasar. Istilah pembelajaran yang dijadikan solusi oleh pemerintah menjadi asing dikarenakan ketidaktersediaan fasilitas (Syarifudin, 2020,p.33). Cara guru untuk menumbuhkan minat belajarpeserta didik dengan selalu memberikan semangat dan mengarahkan peserta didik ke hal positif .Dan juga memberikan proses belajar menyenangkan. Dan juga orang tua juga harus memberikan motivasi kepada anaknya agar tetap belajar dan mengikuti proses pembelajaran meskipun belajar dari rumah.

Cara guru untuk meningkatkan minat belajar peserta didik salah satunya dengan cara memotivasi peserta didik agar mengerjakan tugas sekolah yang diberikan tepat waktu. Pemberian motivasi dengan pemberian semangat belajar secara lisan dengan perkataan yang positif dan membangun minat belajar kepada peserta didik. Selalu memberikan motivasi kepada peserta didik bagaimana pentingnya belajar itu. (*)

Related posts