Pengaruh SOP New Normal Terhadap Pencegahan Wabah Covid -19 di Daerah

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Pengaruh SOP New normal yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam Pencegahan wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Sumatra Barat, khususnya Kota Bukittinggi dampaknya cukup baik.

“Kalau kita melihat Perda nomor 6 Tahun 2021 memang Provinsi Sumatra Barat salah satu Provinsi yang mengeluarkan aturan bagaimana kebiasaan hidup baru dalam kondisi Pandemi Covid 19,” ujar Direktur RSUD Kota Bukittinggi ini, Selasa (23/11/2021).

Read More

Direktur RSUD menjelaskan kalau kita melihat kondisi sumatera barat saat ini yg telah banyak fungsi Perda ini dilaksanakan dan dapat dibuktikan kasus kita makin turun bahkan pemeriksaan dalam dua bulan terakhir ini, pasien kita sudah mulai nol, bahkan tinggal satu yang di Isolasi mandiri.

“Jadi memang dampaknya cukup baik, posisi kita Sumatera Barat sekarang sudah di level satu sehingga banyak kegiatan yang telah dilaksanakan bahkan pembelajaran tatap muka pun telah dilaksanakan,” jelas dr. Vera Maya Sari.

Namun kita tidak boleh lengah karena saat ini mulai ada lagi varian masuk sesuai dari berita Kementerian Kesehatan RI. Untuk penggunaan aplikasi Peduli lindungi di Pusat keramaian atau Public room ini dapat mengunci gerak masyarakat yang tidak melakukan vaksinasi. Sehingga ini juga meningkatkan animo masyarakat untuk vaksin.

“Nah! Chek in itu sebenarnya, saya lihat untuk melihat, apakah pasiennya sudah divaksinasi? atau tidak dan pemeriksaan suhupun tetap dilaksanakan,” imbuh ASN lulusan Kedokteran Unand dan Spesialias Unpad ini.

“Kalau kita berkaca lagi dengan Perda nomor 6 Tahun 2020 itu, sudah mulai longgar lagi saat ini, sehingga kita tetap harus mengingat pelaksanaan 5 M bagi yang telah vaksin,” sambung Wanita kelahiran Kota Padang ini.

“Jika varian baru masuk ini akan menjadi ketakutan baru untuk kita bersama. Nah! Itu kita takutkan lagi dengan kita membuka diri, dikhawatirkan varian baru bisa masuk lagi ke Indonesia terutama Sumatra Barat,” ucap ibu tiga orang anak itu.

Terakhir pihaknya rapat bersama Mentri kesehatan, juga disampaikan oleh bapak Mentri bahwa kita masih harus waspada. Makanya level 3 akan kita berlakukan lagi pada akhir Desember ini sampai awal Januari tahun depan. Karena diperkirakan lagi itu akan terjadi mobilisasi penduduk yang tinggi sehingga varian -varian baru juga bisa masuk.

“Sekarang kita masih berjuang dengan vaksin, Alhamdulillah! Posisi kita pertadi malam sudah diatas 80 persen, itu apresiasi juga kepada masyarakat karena masih ada di beberapa Kabupaten/Kota dibawah 40 persen,” tutur wanita lulusan Pasca sarjana STIE H.Agus Salim itu.

Tapi dengan tingginya mobilitas dan tingginya keinginan masyarakat untuk perbaikan ekonomi, sehingga masyarakat kita yang sudah tidak memperdulikan hoaks bahkan keinginan masyarakat untuk mendapatkan vaksin moderna dan fizer cukup tinggi.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi untuk melindungi diri dan keluarganya. Namun masker dan jaga jarak masih menjadi salah satu premary yang terpenting sekali, kita tidak lupa dengan itu.

Related posts