Tim Tenaga Ahli AMIDA Sumbar Support Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, BUKITTINGGI – Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) Provinsi Sumatra Barat hampir setiap tahun melakukan beberapa kegiatan terkait dengan dukungan pengelolaan Museum. Hal ini disampaikan, Ketua AMIDA Sumbar, Novianty Awaluddin, S.H,M.M kepada Minangkabaunewscom di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, Sabtu (23/10/2021).

“Dukungan Pengelolaan Museum disini, yaitu dalam bentuk Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga ahli terkait pengelolaan,” ujar Ketua AMIDA Sumbar ini.

Read More

Pengelolaan Museum terdiri atas pengelolaan secara administratif dan pengelolaansecara teknis. Jadi pengelolaan secara administratif kita harus melakukan registrasi dan inventarisasi/pencatatan terhadap benda- benda koleksi yang dimiliki oleh museum untuk melaksanakan peran dan fungsi museum yaitu research, preparation and communication.

“Alhamdulillah saya sudah periode kedua jadi Ketua Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) secara pro aktif memberi dukungan kepada pengelola museum di daerah, seperti Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Kabupaten Agam, Museum Tuanku Imam Bonjol Kabupaten Pasaman, Museum Istano Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar dan Museum Rumah Adat nan Baanjuang dan Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta Kota Bukittinggi,” jelas Novianty.

Ia menambahkan program ini adalah dukungan pemerintah pusat sejak tahun 2018 yang lalu untuk melakukan pembenahan terhadap museum-museum di daerah dengan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik museum.

“Ini tujuannya adalah melestarikan benda-benda koleksi museum secara administrasi dan melakukan pemeliharaan secara teknis diantaranya melaksanakan kajian terhadap koleksi, pengayaan deskripsi koleksi, registrasi dan lain-lain,” imbuhnya.

Khusus untuk Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta ini menurut kami magnitnya adalah rumah tapi yang tak kalah mengedukasi adalah ketokohan beliau. Bung Hatta juga adalah proklamator, fuonding Father, dan dari karya yang beliau tulis belum ada dilakukan kajian/penelitian terkait karya-karya yang terhimpun khusus buku-buku tulisannya.

“Kami disini ada tiga tim, satu tim kajian karya-karya Bung Hatta, Kedua tim registrasi dan ketiga, tim pengayaan,” jelas Novianty lebih lanjut.

Tim pengayaan adalah melakukan pendeskripsian ulang terhadap koleksi yang dilakukan pengelola sebelumnya di Museum ini, namun masih ada informasi yang belum terdokumentasikan.

“Untuk kajian karya-karya dan tulisan Bung Hatta, kami akan merekomendasikan dari hasil penelitian nanti kepada pihak pengelola Museum agar secara bertahap dapat mengumpulkan kembali karya-karya asli beliau ini,” terang Pamong Budaya Ahli Madya bidang Permuseuman, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat itu.

Pihaknya berharap pengelolaan Museum dilakukan sesuai dengan aturan yg mempedomani PP. 66 Tahun 2015 tentang Museum.

Related posts