Pengelolaan Sampah Melalui Rintisan Start-up yang Dipelopori Generasi Milenial

Angkuts Pengelolaan start-up versi pengelolaan sampah

TEKNOLOGI – Lingkungan dan manusia dalam kehidupan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling terkait antar satu dengan lainnya. Manusia membutuhkan kondisi lingkungan yang baik agar dapat melaksanakan aktivitasnya, sebaliknya kondisi lingkungan yang baik tergantung pada aktivitas manusia terhadap lingkungan. Seiring dengan berjalannya waktu perkembangan dunia industri dan pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, akan meningkatkan sampah industri dan sampah domestik yang dihasilkan oleh penduduk sehingga semakin membebani tanah, udara dan sungai yang mengalir dalam wilayah perkotaan. Nah dapat kita lihat pertambahan jumlah penduduk yang setiap tahunnya mengalami peningkatan, jarang sekali dalam suatu wilayah kota ditemukan ruang terbuka yang dapat digunakan untuk daerah pemukiman yang layak.

Bagi negara berkembang pada umumnya menyelesaikan masalah sampah yaitu dengan membuang ke tempat lain tentu saja ini bukan merupakan pemecahan masalah. Oleh sebab itu untuk meminimalisasi (pengurangan) sampah mencakup tiga usaha dasar yang dikenal dengan 3R, yaitu: Reduse (mengurangi): sebisa mungkin mengurangi barang dan material yang dipakai sehari-hari. Reuse (memakai kembali): memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah/menghindari pemakaian sekali pakai. Recycle (mendaur ulang): sedapat mungkin mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi menjadi bentuk dan fungsi lain meski tidak semua barang bisa di daur ulang.

Pengelolahan persampahan merupakan suatu sistem yang saling berinteraksi membentuk kesatuan dan mempunyai tujuan. Pengolahan sampah bertujuan untuk melayani penduduk terhadap sampah domestik rumah tangga yang dihasilkannya secara tidak langsung memelihara kesehatan masyarakat serta menciptakan suatu lingkungan yang baik, bersih dan sehat. Sampah padat dari pemukiman merupakan bagian terbesar dari sampah yang timbul di Indonesia.

Pemerintah bertanggung jawab dalam pengumpulan ulang dan pembuangan sampah dari pemukiman secara memadai. Namun karena terdapat hal lain yang harus diprioritaskan dalam pembangunan di daerah serta kurangnya dana penunjang untuk operasionalisasi pengolahan persampahan,menjadikan pada beberapa daerah kegiatan pengolahan sampah ini tidak seperti yang diharapkan. Hal ini makin diperkuat dengan belum diterapkannya prinsip bahwa yang memproduksi barang harus mengelola sampah dari barang tersebut.

Dalam mengatasi permasalahan sampah perlu ada strategi pengelolaan yang berkesinambungan dan tidak mencemari lingkungan sehingga pengelolaan sampah terkelola dengan tepat dan berwasawan lingkungan. Menyikapi tren buruk permasalahan sampah yang tak ada habisnya ini, implementasi berupa langkah protektif, seperti pengelolaan terpadu mulai digerakkan. Upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini sudah terlihat jelas melalui keikutsertaannya dalam salah satu program yang diusung PBB, yaitu SDGs (Sustainable Development Goals) yang secara jelas mengatur dan menjamin terkait Sistem Pengelolaan Sampah Kota yang berkelanjutan.

Namun, untuk mencapai semua target yang sudah ditetapkan, kehadiran pihak-pihak lain juga sangat diperlukan, salah satunya generasi milenial. Dalam hal ini, demi mendukung momentum bonus demografi, pembentukan start-up pengelolaan sampah di Indonesia bisa menjadi pilihan menarik lantaran eksistensinya yang masih belum terlalu populer. Sejauh ini, hanya ada segelintir nama start-up pengelolaan sampah yang familiar di Indonesia, sebut saja MallSampah, Mulung.co, Waste4Change, Gringgo, Banksampah.id dan lainnya.

Keberadaannya pun masih terbatas di beberapa wilayah saja dan memiliki kemungkinan besar untuk diperluas lagi jangkauannya. Pengelolaan sampah melalui rintisan start-up yang dipelopori oleh generasi milenial setidaknya mampu membenahi dua hal sekaligus, yaitu memanfaatkan bonus demografi dan mengurangi ancaman perubahan iklim. Contohnya di Kota Pontianak masyarakat bekerjasama dengan menciptakan inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis aplikasi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang mutakhir dalam mengelola sampah. ANGKUT’S atau singkatan dari Angkut Sampah hadir sebagai solusi atas permasalah tersebut. Hafiz, pemuda atau generasi milenial Pontianak sang penggagas program mengungkapkan, ANGKUT’S merupakan sebuah start up sociopreneur berbasis teknologi yang menyediakan solusi masalah sampah di Kota Pontianak dengan metode “dipilah, di ANGKUT’S, dimanfaatkan”.

“ANGKUT’S juga mengedukasi penduduk kota untuk menjadi bagian dari solusi masalah sampah dengan menjadi warga kota yang smart dalam mengelola sampah. Tujuan ANGKUTS selain ingin menjadi solusi masalah sampah, juga mendorong pertumbuhan ekonomi kota melalui kegiatan bisnis dan sosial yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. “ANGKUTS dengan pendekatan teknologi mencoba membantu masyarakat di Pontianak untuk memilah sampah agar sampah bisa dimanfaatkan terpisah,” katanya.

Melalui smartphone, warga dapat menghubungi tim ANGKUTS. Hafiz, yang juga Direktur PT. Angkuts Kreatif Indonesia mengatakan, kemudahan era digital harus ditangkap untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan. “Keuntungan yang didapat, jika menggunakan aplikasi ini, buang sampah malah dibayar. Tentu senilai sampah yang diserahkan kepada driver ANGKUTS, yang kita sebut PengAngkuts.” jelasnya. Cara kerjanya, setelah mengunduh aplikasi tersebut, pengguna diberikan dua opsi: barang dan sampah. Setelah itu, pengguna bisa memilih kendaraan yang digunakan untukmengangkut sampah atau barang dari rumahnya.

Seluruh sampah akan ditimbang untuk menentukan uang yang akan diterima pengguna aplikasi. “Uang akan masuk dalam bentuk virtual account di akun yang bersangkutan. Implementasi yang dikolaborasikan serta dikombinasikan dengan teknologi dapat mempermudah kinerja di dalamnya, seperti pemilahan sampah organik atau anorganik, sampah plastik atau pun sampah jenis lainnya. Pemilahan ini sangat penting untuk rancangan kerja selanjutnya terhadap sampah-sampah tersebut, diantaranya melalui praktek 3R serta daur ulang seperti yang dikatakan juga sebelumnya.

Ada tiga bagian besar dalam promosi start-up pengelolaan sampah agar bisa diterima oleh kalangan masyarakat sebagai sasaran utama, seperti mekanisme transaksi yang mudah, adanya aplikasi hingga media sosial yang memudahkan pengguna, hingga sosialisasi besar-besaran dengan trik via konten di dunia maya yang kreatif seperti aplikasi tiktok, instagram, youtube, dan lainnya tetapi tetap mengedepankan tema ramah lingkungan. Selanjutnya, prosedur pengelolaan sampah ini dapat dilakukan dengan mekanisme sederhana. Dimulai dari calon penyetor yang dapat menukarkan sampah hasil aktivitasnya menjadi barang bernilai atau bisa juga uang sesuai sampah yang ia tukarkan tersebut.

Teknik pengumpulan sampah didasari atas asas fleksibilitas, yaitu bisa dari rumah saja dengan memanfaatkan fitur peta digital di internet dan selanjutnya sampah tersebut bakal dijemput oleh karyawan start-up yang beroperasi. Pengelolaan start-up versi pengelolaan sampah seperti yang sudah dijelaskan di atas memiliki metode yang hampir sama dengan layanan pesan makanan atau ojek online, sebut saja Grab dan GoFood.

Demi menciptakan hasil yang proporsional dan efektif, setidaknya ada kantor pusat di beberapa kota besar yang menjadi tempat akhir penerimaan sampah dari pengguna, sekaligus juga menjadi sarana yang tepat bagi mereka yang ingin secara langsung menukarkan sampah miliknya.

Eksistensi start-up yang bernaung di dalam ranah lingkungan belum terlalu diekspor dan sudah waktunya untuk melakukan hal tersebut. Untuk merealisasikannya tentu butuh waktu dan usaha yang cukup panjang. Di sisi lain, ini akan menjadi ajang promosi dan sosialisasi yang efektif dalam rangka mengajak berbagai kalangan untuk turut meramaikan dunia green jobs atau pekerjaan yang ramah lingkungan demi menciptakan kehidupan yang lebih baik serta menjamin keberlangsungan hidup generasi penerus di masa depan.

Oleh: Dea Dwi Lestari
Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Biologi
Universitas Andalas

Related posts